historia

Lawang Sewu Semarang di Jaman Belanda adalah Kantor Perusahaan Kereta Api Swasta

Kamis, 16 Desember 2021 | 19:45 WIB
Potret tempo dulu Gedung Lawang Sewu Semarang. (pic. pt kai)

TITIKTEMU.CO SEMARANG – Salah satu bangunan bersejarah yang cukup penting di Kota Semarang dan diketahui  luas oleh publik adalah Lawang Sewu. Di jaman kolonial, gedung  lawas  yang kini menjadi obyek wisata itu adalah kantor cabang Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), perusahaan kereta api swasta yang kantor pusatnya di Den Haag, Belanda. Berikut adalah catatan tentang  sejarah gedung Lawang Sewu yang dikutip dari laman PT. Kereta ApI Indonesia.

Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM boleh dibilang merupakan pelopor perkeretaapian di Indonesia.  

Di tanah Jawa, kala itu jalur awal kereta  yang dibangun NISM ialah Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta). Selain itu dibangun pula jalur percabangan dari Kedungjati ke Ambarawa. Keseluruhan rampung tahun 1873.

Baca Juga: Bung Tomo, Pengobar Semangat Pertempuran 10 November di Surabaya

Baca Juga: Insiden Hotel Yamato: Pengibaran Bendera Merah Putih Biru yang Membuat Murka Arek-arek Surabaya

Dalam perkembangannya, NISM membangun jalur kereta api Jakarta-Bogor (1872), Jogja-Srandakan-Brosot (1915), Jogja-Magelang-Ambarawa (1905), dan Solo-Wonogiri-Baturetno (1923). Di lintas timur, NISM membangun jalur kereta api ke Surabaya (1903) dimulai dari Gundih melalui Cepu.

Namun pada tahun 1913, jalur Jakarta-Bogor dibeli oleh perusahaan kereta api Negara, Staatsspoorwegen (SS). Sampai tahun 1928, NISM mengoperasikan 875 km jalur kereta api.

Baca Juga: Jenderal Mallaby Tewas di Sekitar Jembatan Merah, Siapa Pembunuhnya?

Awalnya administrasi perkantoran NISM dilaksanakan di Stasiun Semarang. Seiring pertumbuhan perusahaan yang pesat ditandai aktivitas yang semakin sibuk, serta meningkatnya jumlah personil teknis dan administratif, kantor di Stasiun Semarang pun dianggap tidak lagi memadai.

Jalan keluar sementara, NISM menyewa beberapa bangunan milik perorangan. Tetapi karena dirasa tidak efisien dan lokasi kantor di Stasiun Semarang NISM berada di kawasan rawa-rawa sehingga tidak sehat. Akhirnya diputuskan membangun sebuah kantor administrasi baru.

Pilihan lokasi kantor baru jatuh ke lahan yang berada di pinggir Kota Semarang, tepatnya di dekat Wilhelmina Plein. Terletak strategis berada di simpul pertemuan jalur Bodjongweg (kini dikenal dengan Jalan Pemuda) dengan Kendalweg.

Baca Juga: Diponegoro, Pangeran yang  Membuat Belanda Bangkrut

Proses perancangan Hoofdkantoor (kantor pusat) NISM dipercayakan kepada Prof. Jakob F. Klinkhamer di Delft dan B. J. Oundag, seorang arsitek di Amsterdam. Menariknya, desain bangunan dilakukan di Amsterdam, baru kemudian gambar dibawa ke Semarang.

Pelaksanaan pembangunan dimulai pada 27 Februari 1904 dan rampung pada 1 Juli 1907. Bangunan awal yang didirikan adalah rumah penjaga, ruang percetakan serta bangunan utama.

Halaman:

Tags

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB