Namun, di sisi lain, kebijakannya menjaga hubungan baik dengan Belanda membuat Surakarta tetap aman dari perang besar. Kehidupan di dalam istana berjalan mewah.
Betapa tidak. Pakubuwana III memiliki 14 istri dan 46 anak. Salah satu putrinya kelak bahkan dinikahkan dengan putra sulung Mangkunegara I, mempererat hubungan antar-dinasti yang dulu bermusuhan.
Menjelang akhir hidupnya, Pakubuwana III kerap gelisah dengan berbagai intrik di dalam istana, terutama dari pihak-pihak yang tidak puas dengan kekuasaannya.
Sang Raja mangkat pada 26 September 1788 di usia 56 tahun. Selama hampir empat dekade memerintah, Pakubuwana III tidak pernah benar-benar menjadi raja yang berdaulat.
Di masa pemerintahannya, kerajaan Mataram Islam bahkan pecah menjadi dua: Yogyakarta, Surakarta, dan kemudian juga Pakualaman serta Mangkunegaran.***
Artikel Terkait
Perjanjian Salatiga, Akhir Perlawanan Pangeran Sambernyawa
Amangkurat I, Pembantaian demi Pembantaian di Mataram
Dendam Lama dan Tahta Singkat Amangkurat III
Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan
Mengenal Empat Raja Jawa: Ini Beda Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara