Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang Belanda

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 12 November 2025 | 14:15 WIB
Sejarah Keraton Surakarta, Pakubuwana III: Raja yang Hidup di Bawah Bayang-bayang Belanda. (Wikipedia)
Sejarah Keraton Surakarta, Pakubuwana III: Raja yang Hidup di Bawah Bayang-bayang Belanda. (Wikipedia)

Baca Juga: Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta

Dua Raja dalam Satu Jawa

Masalah besar muncul ketika Pangeran Mangkubumi, paman Pakubuwana III, dan Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) menolak mengakui kekuasaannya.

Keduanya merasa berhak atas takhta Mataram dan menuduh Pakubuwana III hanya menjadi boneka VOC.

Puncaknya, di Yogyakarta, Mangkubumi menobatkan dirinya dengan gelar yang sama, Pakubuwana III, didukung penuh Raden Mas Said.

Selama beberapa tahun, ada dua raja yang sama-sama mengaku sebagai penguasa sah Mataram, satu di Surakarta yang dilindungi VOC, dan satu lagi di Yogyakarta yang melawan penjajahan Belanda.

VOC yang cerdik memanfaatkan situasi ini. Mereka menebar janji kepada Mangkubumi, menawarkan perdamaian dengan imbalan separuh wilayah Mataram.

Tawaran diterima. Maka, pada 13 Februari 1755, Perjanjian Giyanti membagi Mataram menjadi dua: Kasunanan Surakarta di bawah Pakubuwana III, danKasultanan Yogyakarta di bawah Mangkubumi bergelar Hamengkubuwana I.

Perjanjian ini menjadi titik awal berakhirnya kejayaan Mataram sebagai satu kerajaan besar yang utuh. Sebab, Perjanjian Giyanti, Mataram Islam telah membagi kerajaan besar itu.

Baca Juga: Putra Mahkota Gusti Purboyo Nyatakan Naik Tahta di Hadapan Jenazah Sang Ayah, Bergelar Paku Buwono XIV

Raja yang Hidup dalam Bayang-bayang VOC

Selama hampir 40 tahun berkuasa, Pakubuwana III dikenal bukan karena kejayaan, tetapi karena ketergantungannya pada Belanda.

Sejarawan M.C. Ricklefs menggambarkannya sebagai raja yang mudah terpengaruh dan takut membuat VOC kecewa atau marah.

Dalam berbagai catatan, Paku Buwono III digambarkan sebagai penguasa yang lemah, lebih senang menjaga hubungan baik dengan VOC daripada memperjuangkan kedaulatan negerinya.

Baca Juga: Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik   

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X