Namun, kedatangan Mallaby dan pasukannya ke Surabaya pada 25 Oktober 1945 justru disambut dengan kecurigaan dan kemarahan rakyat.
Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya dua bulan sebelumnya, sehingga kehadiran Sekutu dianggap sebagai bentuk penjajahan baru.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Soeharto Tidak Layak Jadi Pahlawan Nasional Menurut YLBHI
Ketegangan Memuncak di Surabaya
Situasi Surabaya saat itu sangat panas. Rakyat baru saja merasakan kemerdekaan dan tidak rela jika kolonial datang dan kembali berkuasa.
Kedatangan pasukan Inggris bersama perwira NICA menimbulkan ketegangan. Apalagi, Sekutu mengultimatum agar rakyat menyerahkan senjata rampasan dari tentara Jepang.
Ultimatum ini ditolak mentah-mentah oleh arek-arek Suroboyo. Mereka menganggap Sekutu tidak lagi memiliki hak untuk mengatur-atur rakyat Indonesia.
Pada 27–29 Oktober 1945, pecah pertempuran hebat antara rakyat Surabaya dan pasukan Inggris. Meski gencatan senjata sempat dilakukan, suasana tetap mencekam.
Mallaby berusaha berunding, namun kepercayaan rakyat terhadap pasukan Inggris sudah hilang.
Baca Juga: Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD: Layak Secara Hukum, Sensitif Secara Sosial
Mallaby Tewas di Jembatan Merah
Tragedi itu terjadi di sekitar Gedung Internatio, dekat Jembatan Merah. Mallaby bersama sejumlah perwira Inggris sedianya akan melakukan pertemuan dengan pihak Indonesia untuk menenangkan situasi.
Namun, di tengah kerumunan massa yang marah, kondisi menjadi kacau. Menurut kesaksian beberapa pihak, Mallaby turun dari mobil dan pistolnya direbut salah seorang pemuda.
Baku tembak pun tak terelakkan. Granat dilemparkan, peluru berseliweran, dan dalam kekacauan itu Mallaby tertembak dan tewas di dalam mobilnya, yang kemudian meledak terbakar.
Hingga kini, siapa yang menembak Mallaby masih menjadi misteri. Beberapa versi mengenai siapa penembak Mallaby pun muncul.
Artikel Terkait
Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya
Empat Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2021, Ini Profilnya
4 Tokoh Bakal Menerima Gelar Pahlawan Nasional
Proses Panjang untuk Mendapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Syaratnya
7 Pahlawan Perempuan Sebelum Kemerdekaan, dari Laksamana Malahayati Sampai Rasuna Said