Pertempuran 10 November bukan hanya soal perang fisik, tapi juga perang moral dan semangat nasionalisme. Dari Surabaya, dunia melihat bagaimana rakyat Indonesia berani melawan kekuatan militer besar demi mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Soeharto Tidak Layak Jadi Pahlawan Nasional Menurut YLBHI
Warisan Semangat Pahlawan
Dari semangat para pejuang inilah, pemerintah menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Hari Pahlawan menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan, meneladani keberanian mereka, dan meneruskan perjuangan sesuai zamannya.
Semangat arek-arek Suroboyo yang pantang menyerah akan selalu menjadi api perjuangan bagi bangsa ini bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan yang tak ternilai.***
Artikel Terkait
Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya
Proses Panjang untuk Mendapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Syaratnya
7 Pahlawan Perempuan Sebelum Kemerdekaan, dari Laksamana Malahayati Sampai Rasuna Said
Ini Dia, 7 Pahlawan Nasional Paling Tampan Pada Masanya
Hari Guru Nasional: Sartono dan Cerita di Balik Hymne Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Ratu Kalinyamat Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional dari Jepara
Taman MT Haryono Semarang untuk Mengenang Jasa Sang Pahlawan Revolusi
Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD: Layak Secara Hukum, Sensitif Secara Sosial