TITIKTEMU.CO - Melengkapi peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November, berikut ini deretan pahlawan nasional dengan ketampanan di atas rata-rata pada zamannya.
Namun mereka tidak hanya tampan, tapi juga memiliki jiwa pejuang dan patriot dalam memperjuangakan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Berikut ini 7 Pahlawan Indonesia yang berwajah tampan, dan membuat para permpuan tergila-gila.
1. Sultan Hasanudin
Sultan Hasanudin (Id.Wikipedia)
Ayam Jantan dari Timur. Begitulah julukan yang mentereng untuk Sultan Hasanuddin.
Pada 6 November 1973, Raja ke-16 Kerajaan Gowa ini mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Selain dikenal berwibawa, raja yang sanggup menyatukan beberapa kerajaan kecil di Indonesia Timur melawan VOC ini juga dikenal karena ketampanannya.
Sultan Hasanuddin wafat pada 12 Juni 1670 dan dimakamkan di Katangka, Makassar.
2. Paku Buwana VI
Sri Susuhunan Paku Buwono VI (Wikipedia)
Raja penerus dinasti Mataram Islam ini dikenal karena meninggal secara tragis. Ditemukan lubang peluru di dahinya.
Halitu ditemukan saat pemindahan jenazahnya dari Ambon, Maluku ke Imogiri, Yogyakarta pada 1957.
Paku Buwana VI diberi gelar Pahlawan Nasional karena perannya membantu Pangeran Diponegoro melawan VOC. Kisah perjuangannya cukup dramatis.
Selain dikenal karena kharismatik,PB VI juga dikenal karena ketampanannya dan bikin para wanita tergila-gila. Raja Surakarta ini memiliki 4 permaisuri.
3. Soeprijadi
Soeprijadi (Id.Wikipedia)
Misterius. Begitulah kematian salah satu pahlawan nasional yang satu ini. Nama aslinya Sodancoh Soeprijadi, lahir di Trenggalek, Jawa Timur pada 13 April 1923.
Soeprijadi hilang tanpa jejak 6 bulan sebelum kemerdekaan, tepatnya pada 14 Februari 1945.
Memimpin pasukan pembela Tanah Air (PETA), Soeprijadi juga dikenal karena ketampanannya.
4. Soekarno
Soekarno (Instagram @soekarno)
Selain sebagai orator ulung, Presiden pertama Indonesia ini juga dikenal memiliki parasyang rupawan.
Ketampanannya setidaknya terbukti dengan beberapa wanita yang pernah jatuh cinta dan menikah dengannya.
Ketampanan proklamator ini menurun pada Paundrakarna, artis yang juga putera mahkota Pura Mangkunegaran Solo.
Paundra sendiri merupakan cucu Bung Karno yang lahir dari anaknya, Sukmawati Soekarnoputri.
5. Daan Mogot
Daan Mogot (Wikimedia Commons)
Berkulit putih bersih dan beralis tebal. Begitulah gambaran sosok Elias Daniel Mogot atau yang akrab dipanggil Daan Mogot.
Tatapan matanya yang tajam membuatnketampanan pria berdarah Manado ini semakin sempurna.
Berbagai sumber menyebutkan kisah kepahlawanan Daan Mogot dan ayahnya begitu tragis.
Daan Mogot gugur saat bertempur di Lengkong, Tangerang, melawan penjajah Jepang.
Ayahnya justru meninggal karena diserang gerombolan perampok yang menganggapnya sebagai antek-antek Belanda.
6. DI Panjaitan
DI Panjaitan (Instagram @sejarahindonesia)
Mayor Jenderal TNI Isaac Panjaitan atau yang dikenal dengan DI Panjaitan ini merupakan salah satu pahlawan revolusi.
Dia gugur bersama enam pahlawan revolusi lainnya saat pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965.
Selain karier militernya yang moncer, jenderal berdarah Batak ini juga dikenal lantaran parasnya yang tampan.
Tidak mengherankan jika sosok wanita cantik, Marieke br Tambunan pun jatuh cinta padanya, menikah kemudian mempunyai beberapa anak.
7. Piere Tendean
Pierre Tendean (Id.Wikipedia)
Berkulit putih, berhidung mancung, berbibir tipis, berdagu lancap memanjang. Begitulah gambaran ketampanan sosok Pierre Andries Tendean.
Salah satu dari 7 Pahlawan Revolusi ini mengingatkan kita akan ketampanaan aktor Nicholas Saputra.
Dari nama depannya saja bisa ditebak, Piere lahir dari ayah ibu yang berbeda kebangsaan.
Ayahnya adalah dr AL Tendean, sedangkan ibunya adalah Maria Elizabeth Cornet, wanita cantik berdarah Perancis.
Ketampanannya bahkan membuat hati sosok wanita cantik dan lemah lembut Rukmini Chaimin rontok seketika.
Sayang, kisah asmara mereka kandas karena sebuah tragedi memilukan di negeri ini.
Pria yang kini dikenal dengan Piere Tendean ini gugur saat peristiwa penculikan jenderal pada tanggal 30 September 1965.
Piere dieksekusi dan jenazahnya dimasukkan ke sumur tua bersama beberapa jenderal di Lobang Buaya. ***
Artikel Terkait
Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya
Eksekusi DN Aidit dan Senyum Soeharto
Insiden Hotel Yamato: Pengibaran Bendera Merah Putih Biru yang Membuat Murka Arek-arek Surabaya
Jenderal Mallaby Tewas di Sekitar Jembatan Merah, Siapa Pembunuhnya?
Warisi Apinya, Jangan Abunya! Jokowi Resmikan Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam