Kini, tahta Kasultanan Yogyakarta dipegang Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga menjabat sebagai Gubernur DIY. Dinobatkan menjadi raja tahun 1988, Sultan HB X dikenal sebagai sosok pemimpin yang berhasil menjaga harmoni antara nilai-nilai tradisional dan kemajuan modern.
Baca Juga: Prosesi Pemakaman PB XIII: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya
2. Paku Alam: Pemimpin Kadipaten Pakualaman
Berbeda dari Sultan, gelar Paku Alam digunakan untuk pemimpin Kadipaten Pakualaman, yang merupakan bagian dari wilayah Yogyakarta.
Kadipaten ini berdiri tahun 1813 atas prakarsa Pangeran Natakusuma, putra dari Sultan Hamengku Buwono I. Dia kemudian dinobatkan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam I.
Nama Paku Alam berarti penegak alam atau penyangga dunia, memiliki makna yang mirip dengan Hamengku Buwono, tetapi dalam lingkup kadipaten yang lebih kecil.
Menariknya, sejak era kemerdekaan, kedudukan Paku Alam menjadi bagian penting dari pemerintahan DIY. Hingga kini, Sri Paduka Paku Alam X menjabat sebagai Wakil Gubernur DIY.
Baca Juga: PB XIII Wafat, Siapa Calon Raja Berikutnya?
3. Paku Buwono: Raja Kasunanan Surakarta
Sementara itu, di wilayah Surakarta atau Solo, pemimpin kerajaannya bergelar Paku Buwono. Gelar ini digunakan sejak masa Sri Susuhunan Pakubuwono II yang memerintah sebelum Perjanjian Giyanti terjadi.
Setelah pecahnya Mataram, Surakarta menjadi pusat Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang memiliki sistem dan adat istiadat kerajaan tersendiri.
Namun pada tahun 1757, wilayah Surakarta kembali terbagi dengan berdirinya Kadipaten Mangkunegaran melalui Perjanjian Salatiga.
Kini, tahta Kasunanan Surakarta dipegang Sinuhun Pakubuwono XIII. Meski Keraton Solo tidak lagi memiliki kekuasaan politik, perannya dalam melestarikan budaya Jawa masih sangat besar.
4. Mangkunegara: Pemimpin Kadipaten Mangkunegaran
Artikel Terkait
Raja Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Keraton Surakarta Berduka
Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik
Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung
Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung
Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta
Paku Buwono XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Hentikan Suara Gamelan hingga Pemakaman Selesai