TITIKTEMU.CO, MERAUKE - Papua Selatan ternyata menyimpan kekayaan hasil bumi yaitu kopi yang beraroma sangat khas. Penghasil Kopi aroma khas itu berasal dari Sota, Muting, Ulilin, Bupul, dan Jagebob.
Di Kota Merauke, Papua terdapat belasan kedai kopi tempat berkumpul anak-anak milenial. Masing-masing kedai memiliki beberapa macam kopi dan metode penyeduhan.
Baca Juga: Arsenal vs Crystal Palace di Emirates Stadium, Tuan Rumah Punya Rekor Lebih Bagus
Ada kopi dari luar Papua, ada yang dari Papua, dan terutama kopi asli Merauke. Ada kopi mixed dan ada manual brew.
Kopi Sota, Jagebob, Muting, Bupul, dan kopi Ulilin merujuk dari asal daerah tanam kopi. Lokasi rata-rata tidak terlalu jauh dari jalan Trans Papua, Merauke – Pegunungan Bintang. Terdekat adalah daerah Sota, yang titik terjauhnya hanya 78 km dari Merauke.
Baca Juga: Hoax! Pecahan Uang Koin 100 ribu Tahun 2021. Begini Penjelasan Bank Indonesia!
Sedangkan jarak Sota-Bupul sekitar 111 Km dan Bupul-Muting berjarak sekitar 40 km. Kopi Ulilin berasal dari Kampung Ulilin yang terletak antara Muting-Boven Digul.
Menurut cerita tanaman kopi di perbatasan Indonesia -Papua Nugini adalah peninggalan Belanda. Tetapi beberapa saksi mengatakan bahwa bibit kopi muncul bersamaan dengan kedatangan transmigran pada 1995.
Awalnya tanaman kopi tidak terurus selama beberapa waktu. Contohnya di Jagebob, misalnya, adalah kopi yang ditanam petani atas bimbingan Dinas Pertanian Kabupaten Merauke. Hanya saja sampai dua atau tiga tahun lalu pohon-pohon kopi tersebut tumbuh liar tak terurus, karena harga kopi tak menarik.
Baca Juga: Waspadalah Banyak Situs Milik Pemerintah Daerah dan Institusi Diretas untuk Judi Online
Booming kopi di beberapa tahun belakangan ini membuat para pemilik kebun mulai mengurus dan memelihara tanaman kopi yang berumur sekitar 25 tahun.
Gairah masyarakat makin meningkat setelah muncul minat orang pada kopi lokal. Sejak saat itu sejumlah peminat kopi asal Merauke mau membeli hasil panenannya.
Para pengusaha kopi itu ikut terjun membina para petani kopi di perbatasan Merauke, agar produksi kopi stabil dan dapat dipasarkan ke wilayah lain di Papua atau luar Papua. Misalnya tentang penanaman, perawatan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen.
Baca Juga: Pernikahan Putri Bill Gates yang Dilangsungkan Secara Islam Masih Jadi Perbincangan Publik
Artikel Terkait
Desa Wisata Samiran, Menikmati Kopi dan Jadah Bakar di Lereng Merapi-Merbabu
13 Manfaat Ampas Kopi, dari Anti Nyamuk hingga Mempercantik Wajah
Kopi Lokal Papua Bersiap Go Global
Apa Saja Bahan-bahan yang Dibutuhkan Kedai Kopi? Ini Daftar Lengkap dan Harganya
Kopi Excelsa Banyuanyar, Kutunggu Datangmu di Lereng Lereng Merbabu
Asyiknya Wisata Petik Kopi di Kebun Mbah Setro Banyuanyar