8 Jurus Jitu Lolos SNMPTN 2022 untuk Masuk PTN Impian. Disarankan Tidak Lintas Jurusan

photo author
Heppy Purnomo, TitikTemu.co
- Senin, 14 Februari 2022 | 20:00 WIB
Ilustrasi: Delapan jurus jitu lolos SNMPTN (Istimewa)
Ilustrasi: Delapan jurus jitu lolos SNMPTN (Istimewa)

Ilustrasi: 8 jurus jitu lolos SNMPTN
Ilustrasi: 8 jurus jitu lolos SNMPTN (Istimewa)

2. Fokus pada pilihan program studi yang diinginkan
Apakah kamu sudah tahu, akan masuk ke perguruan tinggi negeri mana dan program studi apa?

Sebelum mendaftar SNMPTN, kamu harus yakin dulu dengan pilihan kamu.
Memilih perguruan tinggi negeri dan program studi, tidak boleh asal pilih atau ikut teman.

Baca Juga: Liga Champions: Super Bigmatch Paris Saint-Germain Vs Real Madrid. Adu Unggul Kylian Mbappe dan Karim Benzema?

Usahakan memilih program studi yang sesuai dengan bakat dan kesukaan kamu, sehingga kamu sudah yakin dan tidak akan menolaknya, ketika nanti diterima melalui jalur SNMPTN.

Lantas, bagaimana caranya supaya tidak salah pilih jurusan?
Kamu bisa mulai dengan melihat nilai rapor dari semester 1 sampai 5.
Coba lihat, nilai mata pelajaran apa yang paling stabil dan meningkat.
Untuk bisa diterima di SNMPTN, nilai rapormu tidak boleh anjlok.

Nilai mata pelajaran yang relevan dengan jurusan yang akan kamu pilih, harus terus meningkat.

Baca Juga: SINDIKASI Tolak Aturan JHT BPJS Ketenagakerjaan Cair Saat Usia Pekerja 56 Tahun

Contohnya, bila ingin memilih jurusan Manajemen, maka nilai mata pelajaran IPS, seperti Ekonomi, Geografi dan Sosiologi, harus baik.

Atau bila ingin masuk jurusan Sastra, maka mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya, akan dipertimbangkan.

Jadi, sangat tidak dianjurkan untuk memilih lintas jurusan pada SNMPTN.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Akan Menjadi Destinasi Wisata Baru di Lombok. Ini Keistimewaannya

Ilustrasi: 8 jurus jitu lolos SNMPTN
Ilustrasi: 8 jurus jitu lolos SNMPTN (Istimewa)

3. Memiliki nilai rapor yang konsisten dan pencapaian lain yang relevan
Karena tak ada tes melalui jalur SNMPTN ini, maka hal yang akan dilihat sebagai penilaian adalah nilai rapor siswa dari semester 1 sampai semester 5.

Dengan demikian, nilai di rapor haruslah stabil atau konsisten, jangan sampai naik-turun pada semester-semester tersebut. Melainkan, harus terus meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Ruangguru.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X