5 Kampus Digandeng Kementerian Koperasi dan UKM Cetak Entrepreneur Baru

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Kamis, 20 Januari 2022 | 13:25 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng 5 Perguruan Tinggi bekerjasama mencetak  entrepreneur baru. Nota kesepahaman telah ditandatangani. (pic. kemenkop dan ukm)
Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng 5 Perguruan Tinggi bekerjasama mencetak entrepreneur baru. Nota kesepahaman telah ditandatangani. (pic. kemenkop dan ukm)

TITIKTEMU.CO DEPOK –  Upaya menciptakan entrepreneur baru yang dapat memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM dengan menggandeng 5 perguruan tinggi di tanah air.

Ke-5 perguruan itu masing-masing  Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Baca Juga: Panel Anti Peluru Berbahan Serat Rami, Inovasi dari Institut Teknologi Bandung

Baca Juga: Teten Masduki Sebut UMKM Kuliner Paling Cepat Pulih dari Dampak Covid-19

Nota kesepahaman telah ditandatangani bersama. Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini di antaranya meliputi pendidikan dan pelatihan, pendampingan, pemagangan dan pengembangan di bidang UMKM dan kewirausahaan.

Kemudian, riset, penelitian, inovasi,  dan hilirisasi riset serta pertukaran dan pengolahan data dan/atau informasi. Pengabdian kepada masyarakat dan pelaksanaan program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan Kuliah Kerja Nyata Tematik. Terakhir ialah penyediaan kurikulum di bidang perkoperasian, UMKM, dan kewirausahaan.

Baca Juga: Kebijakan Satu Harga: Minyak Goreng Kemasan & Minyak Goreng Kemasan Sederhana Harga Sama!

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa saat ini Indonesia perlu menyiapkan entrepreneur muda yang memiliki pendidikan tinggi dan berasal dari inkubasi dari universitas.

"Karena dalam persaingan global, kita harus siapkan UMKM masa depan yang berasal dari enterpreneur muda yang siap bertarung dan berkompetisi. Karena kalau produk UMKM saat ini nggak punya daya saing dan inovasinya rendah, ya kalah," ungkap Menteri Teten di Depok, Rabu (19/1) seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Kemenkop & UKM.

Saat ini menurut Teten, persentase entrepreneur di Indonesia masih mencatatkan angka yang rendah, atau hanya mencapai 3,47%. Maka dari itu, inkubator yang dimulai dari perguruan tinggi menjadi jawaban untuk mencetak entrepreneur muda yang berdaya saing di pasar global.

Baca Juga: Karantina Atlet yang Berlaga di Kejuaraan Internasional Jadi Perhatian Menpora dan Pejabat Terkait

Dia menegaskan, inkubasi yang dilakukan juga harus memasuki tahap seleksi yang ketat. Pasalnya, inkubasi yang dilakukan di perguruan tinggi ini bertujuan untuk melahirkan bisnis yang inovatif dan unggul.

"UMKM masih banyak urusan keripik dan dodol. Kalau ini masih banyak ya celaka. Jadi harus diseleksi betul dan harus melirik keunggulan domestik kita. Konsep inkubasi ini kita ingin terkoneksi dengan pembiayaan dan market. Selain kita erami, kita juga harus entaskan dan besarkan," kata Teten.

Ke depan, Teten menekankan bahwa KemenKopUKM juga tengah membidik modal ventura masuk ke UMKM. Menurutnya, modal ventura ini selain menyuntik pembiayaan tapi juga dapat memperbaiki manajemen UMKM nantinya. Maka dari itu, inkubator dan modal ventura ini dapat berkolaborasi ke depannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: kemenkopukm.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X