Panel Anti Peluru Berbahan Serat Rami, Inovasi dari Institut Teknologi Bandung

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Kamis, 20 Januari 2022 | 07:28 WIB
Menhan Prabowo Subianto saat berkunjung ke kampus  ITB tengah melihat panel anti peluru dari serat rami yang dibuat dosen ITB Dr Mardiyati bersama timnya. (pic. humas itb)
Menhan Prabowo Subianto saat berkunjung ke kampus ITB tengah melihat panel anti peluru dari serat rami yang dibuat dosen ITB Dr Mardiyati bersama timnya. (pic. humas itb)

TITIKTEMU.CO BANDUNG - Memanfaatkan material dari bahan alam, dosen Institut Teknologi Bandung membuat produk panel anti peluru. Berkat inovasinya itu, membawa Dr.rer.nat. Mardiyati, S.Si, M.T., sebagai Inovator terbaik dalam PRIMA Award ITB 2021.

Acara PRIMA ITB sendiri adalah penghargaan bidang penelitian, pengabdian masyarakat, inovasi dari LPPM ITB kerja sama dengan kantor Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi ITB.

Baca Juga: Kebijakan Satu Harga, Minyak Goreng Kemasan & Minyak Goreng Kemasan Sederhana Harga Sama

Baca Juga: Habib Luthfi dan Gus Miftah Beri Orasi Ilmiah dalam Dies Natalis ke-57 UNNES

“(Penghargaan ini) semakin meningkatkan motivasi saya untuk melakukan yang lebih baik lagi di bidang inovasi, sehingga nantinya produk-produk inovasi tersebut dapat menjadi produk yang turut memberikan solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi bersama,” ucap Mardiyati seperti ditulis laman ITB.

Produk inovasi yang dihasilkan Dr. Mardiyati terbilang cukup banyak. Ada juga yang sudah dihilirasi oleh perusahaan rintisan binaan LPiK ITB.

Baca Juga: Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Subianto Menjadi Capres 2024

Salah satu inovasi terbaru di tahun 2021 yang dikembangkan oleh Mardiyati bersama tim adalah di bidang militer. Inovasi yang dikembangkan tersebut adalah panel anti peluru dalam Modular Armor System Kapal Patroli.

“Seperti yang kita tahu, negara kita adalah negara maritim dan diperlukan kapal patroli untuk menjaga pertahanan dan keamanannya. Biasanya di ruang kemudi, lambung, dan mesin kapal, diberikan panel anti peluru untuk melindungi kapal patroli dari tembakan. Nah, biasanya modul anti peluru atau material untuk produk tersebut diimpor dari luar. Kita ingin ada kemandirian dalam hal tersebut,” ujarnya.

Motivasi ini yang membuat ia bersama tim bergerak melakukan inovasi menggunakan material yang ada di Indonesia. Dari bahan alam yang ada di Indonesia yang sudah dipelajari dan telaah dihasilkan karet alam Indonesia dan serat alam Indonesia, yaitu serat Rami yang dipilih untuk dijadikan material komposit panel anti peluru ini.

Baca Juga: Andika Perkasa Pimpin Apel Terpusat di Mabes TNI AD, Prabowo Subianto Beri Arahan

“Karena ini produk militer, tentu ada standar pengujian yang harus kami lakukan supaya produk tersebut memang layak untuk digunakan.” tambah Mardiyati.

Dosen pada KK Ilmu dan Teknik Material, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB itu menjelaskan, produknya telah dilakukan pengujian tembak produk di PT Pindad (Persero), dengan mengacu pada Standar NIJ 0108.01 Level III dengan munisi 7.62 mm pada jarak tembak 5 meter.

Sampel yang dibuat oleh tim lolos uji tembak dengan mengacu pada standar tersebut. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: ITB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X