Nadia Shafiana Rahma, Siswa MAN 1 Surakarta Menerima Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak. Ini Prestasinya

photo author
Andi Baskoro Wirawan, TitikTemu.co
- Sabtu, 18 September 2021 | 08:00 WIB
Nadia Shafiana Rahma menerima Penghargaan Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak 2021 (pic. twitter Kemenag RI)
Nadia Shafiana Rahma menerima Penghargaan Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak 2021 (pic. twitter Kemenag RI)

Nadia aktif dalam berbagai forum pelatihan, seminar, dan pertemuan penulis tingkat lokal, nasional, dan internasional,  sebagai  pembicara, trainer, maupun peserta,  Selama menjadi penulis cerita pendek dan novel berbagai macam kemenangan di banyak kompetisi menulis, komik, melukis, dan poster  tingkat Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nasional.

Nadia Pemegang Rekor Dunia Pembicara Termuda Sepanjang Sejarah 500 Tahun Pameran buku Frankfurt Book Fair, Jerman

Penghargaan yang telah diterima Nadia cukup banyak dari mulai Anugerah Kebudayaan RI dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Penghargaan Penulis Terpilih dari Menteri Kesehatan RI, dan Penghargaan Penulis dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI.

Nadia saat ini merupakan pemegang rekor dunia sebagai pembicara termuda sepanjang sejarah 500 tahun pameran buku tertua dan terbesar di dunia Frankfurt Book Fair (FBF) Jerman.

“Tema tulisan saya  itu dunia anak-anak dan anak muda,  seputar persaudaraan, persahabatan, kemanusiaan, kerukunan, kerja sama, cinta tanah air, budaya lokal, Islam yang damai dan ramah. Mungkin itu yang menarik perhatian dewan juri,” terang Nadia.

Baca Juga: Menteri Hukum dan Ham, Yasonna H.Laoly Usulkan Perampasan Aset Koruptor

Referensi yang digunakan Nadia selain dari buku, media atau imajinasi, juga dari hasil investigasi dan survey lapangan.

“Dulu, saat saya menulis novel tentang Kota Solo, judulnya Living Solo, saya beberapa hari, siang malam keliling Solo. Semua tempat seperti stasiun, kraton, perpustakaan Radya Pustaka, stadion Sri Wedari, Stadion Manahan, pasar Tri windu, Museum Sangiran, pasar Gede, pasar Klewer, Masjid Gede, Museum Kraton, dan bengawan solo saya datangi, saya melakukan wawancara, saya foto, video, supaya datanya lengkap dan tepat,” cerita Nadia perihal caranya menulis.     

Nadia mengucapkan terima kasih kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dewan Juri, yang telah memberikan penghargaan. Juga kepada keluarga, almamater, bapak kepala sekolah, pembimbing, wali kelas, semua guru dan staf MAN I Surakarta dan pondok pesantren Hadil Iman yang selalu memberikan dukungan, arahan, dan bimbingannya.

Baca Juga: Mau Piknik ke Jogja? Simak Aturan Ganjil Genap Destinasi Wisata Ini

"Penghargaan ini didedikasikan untuk MAN I Surakarta, keluarga besar Kementerian Agama RI, dan  anak-anak Indonesia, khususnya pembaca karya saya,” ucap Nadia.

Nadia berpesan ke remaja sebayanya untuk selalu menjalankan passionnya, menekuni, mendalami, serta mengembangkan dengan keyakinan dan kesungguhan.

“Insya Allah, Allah membukakan dan menunjukkan jalan terbaiknya. Titik-titik perjalanan hanyalah efek dari perjuangan, kerja keras, doa, dan pasrah diri kepada Allah,” pungkas Nadia yang juga penerima beasiswa penuh Kennedy Lugar Youth Exchange Study (KL-YES) dari pemerintah Amerika Serikat  untuk menjalani sekolah SMA sampai lulus di Washington, USA ini.

Baca Juga: Khadijah, Perempuan Istimewa yang Menembus Batas Zamannya

Sementara itu, Slamet Budiyono, selaku kepala MAN 1 Surakarta, sangat bersyukur dan berbangga atas prestasi yang diraih Nadia. Sebab, prestasi itu bisa membawa nama besar madrasah di kancah daerah, nasional bahkan internasional melalui literasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Twitter Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X