Shalawat Nariyah, Bagian dari Ikhtiar Agar Doa Mudah Dikabulkan

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Jumat, 3 September 2021 | 21:00 WIB
Ilustrasi Shalawat Nariyah (Pinterest)
Ilustrasi Shalawat Nariyah (Pinterest)

TITIKTEMU.CO

Salah satu amalan di Hari Jumat adalah memperbanyak membaca shalawat Nabi. Salah satunya adalah shalawat Nariyah. Membaca shalawat merupakan tanda kecintaan orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW.

Apalagi membaca shalawat juga merupakan perintah Allah SWT kepada orang-orang beriman. Allah SWT bershalawat, demikian juga para malaikat.

Allah berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 56; “Sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Baca Juga: Jangan Tinggalkan Shalawat Nabi, Sebab Berkahnya Luar Biasa

Salah satu jenis bacaan sholawat itu adalah Shalawat Nariyah. Shalawat ini disusun oleh Syekh Nariyah yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Shalawat Nariyah memang menjadi kontroversi di kalangan umat Islam. Ada yang mengatakan bid’ah, syirik dana sebagainya. Namun, tidak sedikit yang menjadikannya amalan rutin. Shalat Nariyah juga disebut sebagai shalawat Tafrijiyah.

Apapun bentuknya, shalawat adalah sebuah kemuliaan dan sanjungan umat Islam kepada Rasullullah. Ada banyak bacaan shalawat. Shalawat Nariyah ganya salah satu bentuk.

Baca Juga: Membaca Surat Yasin Setiap Hari, Ini yang Akan Terjadi

Kitab Khozinatul Ashor (hal. 179) menyebut  salah satu shalawat yang mustajab adalah Shalawat Nariyah, tentu saja dengan izin Allah SWT. Jadi, shalawat Nariyah ini hanya bagai bagian dari ikhtiar agar doa mudah diterima oleh Allah SWT.

Beriku tini bacaan Shalawat Nariyah:


Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu.

Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka.

Baca Juga: Rutin Baca Surat Al Waqiah, Ini Keutamaannya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X