Mahasiswa UGM Ciptakan Tempat Sampah Penghancur Limbah Masker Medis yang Ramah Lingkungan

photo author
Venansia Delarosa, TitikTemu.co
- Rabu, 8 September 2021 | 07:36 WIB
Tim pengembang tempat sampah penghancur limbah masker medis dari UGM Yogyakarta. (ugm.ac.id)
Tim pengembang tempat sampah penghancur limbah masker medis dari UGM Yogyakarta. (ugm.ac.id)

 

TITIKTEMU.CO

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan tempat sampah ramah lingkungan yang dapat mengolah limbah masker medis menjadi bahan organik.

Tempat sampah dibuat dengan cara menambahkan agen biodegradasi berupa mikroba Pseudomonas aeruginosa.

“Proses pengolahan sampah masker medis ini menggunakan cara yang paling ramah lingkungan karena tidak meninggalkan bahan yang sulit terurai,” kata Ketua Tim Pengembang, Muhammad Ardillah Rusydan, seperti dikutip Titiktemu.co dari ugm.ac.id, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Cegah Heat Stress Pada Ayam Ternak, UGM Ciptakan Aplikasi BroilerX

Ide awal pembuatan tempat sampah berawal dari khawatiran atas banyaknya limbah masker medis sejak awal pandemi Covid-19. Hampir dua tahun pandemi penggunakan masker mengakibatkan sampah masker medis tidak terkendali.

Dari penelitian Sangkham menunjukkan peningkatan penggunaan masker medis mencapai 2.228.170.832 per 31 Juli 2020 di seluruh dunia. Indonesia menyumbang sebanyak 159.214.791 buah. Dampak buruk dari peningkatan penggunaan masker medis itu adalah pencemaran.

Ardillah menjelaskan tempat sampah dibuat dengan menggunakan agen biodegradasi berupa mikroba pseudomonas aeruginosa. Limbah masker medis diolah dengan proses pemanasan dan penambahan nutrient dan mikroba dengan waktu penguraian sekitar 10-14 hari.

Baca Juga: Ini Baru Seru ! UGM Gunakan Game Untuk Orientasi Mahasiswa Baru

Tempat sampah berukuran 29x14x100 cm dengan kapasitas 28,5 liter itu dilengkapi shredder di bagian atas yang berfungsi mencacah masker. Di bagian bawah terdapat sensor ultrasonik yang disambungkan dengan mikrokontroler dan sprayer.

Cara kerjanya, saat cacahan masker jatuh melewati sensor otomatis akan menyemprotkan larutan ke cacahan masker medis. Selanjutnya, limbah masker medis akan masuk ke tabung penampungan.

Selain Ardillah, anggota tim lainnya adalah Gizela Aulia Agustin (Biologi), Isthafaina Dea Fairuz (Gizi Kesehatan), dan Asyifa Rizki Daffa (Teknik Nuklir 2020) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM di bawah bimbingan Endah Retnaningrum.

Baca Juga: UGM Terima 9210 Mahasiswa Baru Tahun 2021-2022

Menurut Asyifa, dari sisi lingkungan kondisi pandemi diperparah dengan belum adanya kesadaran masyarakat untuk membuang masker medis dengan benar, bahkan untuk skala rumah tangga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X