TITIKTEMU.CO-Dulu, membagikan foto dan video anak di media sosial terasa biasa.
Momen lucu, ulang tahun, first step, tantrum, sampai cerita keseharian sering diunggah tanpa banyak pikir panjang. Bagi banyak orang tua, itu dianggap cara menyimpan kenangan sekaligus berbagi kebahagiaan.
Namun kini mulai muncul perubahan besar. Semakin banyak orang tua memilih berhenti atau mengurangi posting anak di media sosial.
Mereka mulai sadar bahwa setiap unggahan bukan hanya soal konten, tetapi juga soal hak privasi seorang anak.
Fenomena ini dikenal sebagai gerakan anti-sharenting.
Sharenting adalah kebiasaan orang tua membagikan kehidupan anak secara berlebihan di internet.
Baca Juga: Skill Keuangan yang Paling Dicari Perusahaan di 2026, Sudah Punya Belum?
Mulai dari foto bayi, nama lengkap, sekolah, lokasi rumah, hingga momen anak sedang sedih atau marah.
Dulu hal ini sering dianggap lucu dan wajar. Sekarang banyak orang mulai bertanya, apakah anak setuju hidupnya dipublikasikan sejak kecil?
Anak yang masih balita tentu belum bisa memberi izin. Mereka belum paham jejak digital, risiko penyalahgunaan foto, atau bagaimana konten hari ini bisa memengaruhi masa depan nanti. Karena itu, semakin banyak orang tua merasa perlu lebih hati-hati.
Momen sulit anak menjadi perhatian utama. Video tantrum, menangis, dimarahi, atau malu di depan umum dulu sering viral. Banyak yang menontonnya sebagai hiburan.
Padahal bagi anak, itu bisa menjadi pelanggaran privasi yang membekas saat ia besar nanti.
Bayangkan ketika anak remaja menemukan video dirinya menangis tersebar di internet. Bagi orang tua mungkin itu momen sepele.
Artikel Terkait
Film Horor Korea Salmokji Meledak di Box Office: Tembus 2 Juta Penonton dan Bangkitkan Tren Horor
Baru 13 Hari Tayang, Film Ghost in the Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Jadi Fenomena Baru di Bioskop Indonesia
Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026, Referensi Kampus Favorit Calon Mahasiswa
Review Drakor If Wishes Could Kill (2026): Horor Sekolah dengan Aplikasi Pengabul Keinginan yang Berujung Kutukan
El Nino vs Musim Kemarau: Kenapa Cuaca Bisa Lebih Panas? BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus
Gen Z Mulai Tinggalkan Brand Mewah: Jika Bukan Logo Mahal, Lalu Apa yang Mereka Cari?
Suka Project Hail Mary? Ini 5 Film Sci-Fi Luar Angkasa yang Bikin Otak dan Emosi Ikut Terbang
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal: Kini Jadi Klinik Longevity untuk Hidup Lebih Panjang dan Sehat
Rencana Penghapusan Prodi Dinilai Berbahaya: Kampus Bisa Berubah Jadi “Pabrik Tenaga Kerja” Industri
Bukan Cuma Uang, Sekarang Orang Mulai Investasi pada Otak: Inilah Konsep “Brain Wealth”