GAMAFORCE tahun ini melibatkan 127 anggota dari berbagai divisi dan disiplin ilmu.
Meskipun tidak semua hadir di Padang, kontribusi seluruh tim terasa dalam inovasi UAV yang dihasilkan. UGM melalui fakultas, departemen, dan dosen pembimbing memberikan dukungan penuh — yang menurut Adam menjadi kunci kolaborasi sukses mereka.
Menatap Langit Lebih Tinggi
Dengan gelar juara umum ke-8 kali, UGM dan GAMAFORCE semakin mantap sebagai kekuatan riset UAV di Indonesia.
Mereka tidak hanya berkompetisi—mereka menuliskan sejarah.
Ke depan, kolaborasi antar disiplin dan semangat inovasi menjadi modal penting agar prestasi tidak berhenti di angka delapan, tetapi menjadi inspirasi untuk generasi muda yang ingin menjelajah langit teknologi.***
Artikel Terkait
Nonton The Ugly di Bioskop, Film Korea yang Membongkar Kejamnya Standar Kecantikan
Apa yang Sebenarnya Dimaksud Luhut Saat Sebut Whoosh Proyek Busuk?
695 Siswa Gunungkidul Keracunan Program Makan Bergizi Gratis: Ketika Niat Baik Tak Selalu Berujung Manis
Di Balik Laju Whoosh: Dugaan Permainan Licik, Utang Raksasa, dan Angka-angka yang Tak Masuk Akal
Coretax Rp1,3 Triliun: Drama Pajak Digital, Programmer ‘Lulusan SMA’, dan Tanda Tanya Besar di Balik Layar
Fakta Unik Film Abadi Nan Jaya: Saat Zombie Bertemu Budaya Nusantara di Netflix
Drama Korea Bertema Hukum Terbaru 2025: Ketika Keadilan, Misteri, dan Emosi Beradu di Ruang Sidang
Dari Tugas Akhir ke Panggung Dunia: Kisah Inspiratif Ibnu Hafiz, Alumnus ITB yang Juara 1 Lomba Paper Energi Asia Pasifik 2025
MKD DPR Tolak Pengunduran Diri Rahayu Saraswati: Kontroversi, Klarifikasi, dan Jalan Panjang Reputasi
Beasiswa Stipendium Hungaricum 2026: Peluang Kuliah Gratis di Hungaria Tanpa Batas Usia dan IPK