TITIKTEMU.CO - Indonesia kembali mengalami fenomena hari tanpa bayangan atau dikenal sebagai fenomena kulminasi utama pada tahun 2024.
Kulminasi utama ini terjadi dua kali dalam setahun di Indonesia, waktunya tidak jauh dari saat matahari berada tepat di garis khatulistiwa.
Baca Juga: WOW 6.734 Pelamar Perebutkan 265 posisi CPNS Di Lingkup Pemprov Jawa Tengah.
Pada tahun ini, hari tanpa bayangan telah terjadi di Indonesia pada 20 Maret 2024 (pukul 10.06 WIB) dan diprakirakaan pada 22 September 2024 (pukul 19.43 WIB).
Terkhusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, fenomena ini akan terjadi pada 8 Oktober 2024, yang kulminasi utamanya terjadi pada 11.40 WIB.
Lantas, mengapa di Indonesia terjadi fenomena satu hari tanpa bayangan? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui selengkapnya.
Apa itu hari tanpa bayangan?
Hari tanpa bayangan disebut kulminasi atau transit atau istiwa'.
Fenomena ini terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Matahari akan tepat berada di atas kepala atau di titik zenith.
Oleh karena itu, fenomena kulminasi Utama ditetapkan juga sebagai hari tanpa bayangan oleh pengamat BMKG.
Baca Juga: Tiga Tahun Holding Ultra Mikro BRI Group Layani 176 juta Nasabah Simpanan dan 36,1 Juta Debitur
Artikel Terkait
Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Palembang, Tunjukan Bahaya Pornografi dalam Dunia Anak, Orang Tua Wajib Ketahui Hal Penting Ini
Mengenal ‘Karoshi’, Budaya Kerja yang Bisa Berujung Kematian: Salah Satunya Akibat Jam Kerja yang Terlalu Panjang
Ini Tata Cara Pengelolaan Royalti Menurut Undang-Undang, Belajar Dari Masalah Royalti Lagu Asmalibrasi Fanny Soegi,
11 September Jadi Hari Radio Nasional, Ini Perbedaan Radio dengan Podcast di Era Digital
Konten Parodi Paus Fransiskus Tuai Kecaman, Intip Sederet Kontroversi Influencer Indo yang Berujung Jeruji Besi
Tren Penurunan Pernikahan dan Kelahiran di Indonesia Menurun, Childfree Jadi Salah Satu Faktor Penyebabnya
Perbandingan Antara CPNS dan PPPK 2024: Pilih Mana untuk Masa Depan Karir Anda?