11 September Jadi Hari Radio Nasional, Ini Perbedaan Radio dengan Podcast di Era Digital

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Rabu, 11 September 2024 | 16:50 WIB
Ilustrasi radio di era digital (Unsplash.com / Juliano Costa)
Ilustrasi radio di era digital (Unsplash.com / Juliano Costa)

TITIKTEMU.CO - Rabu 11 September 2024 diperingati sebagai Hari Radio Nasional.

Masyarakat perlu memaknai peringatan Hari Radio Nasional ini sebagai momentum kebangkitan infrastruktur penyiaran di Indonesia.

Meski berada di tengah gempuran era digital, radio masih eksis dengan memanfaatkan internet untuk berinteraksi dengan para pendengar di Indonesia. Media sosial juga memudahkan para pendengar untuk tetap dapat mengaksesnya melalui media streaming.

Baca Juga: Indodax Kena Hack? CEO Oscar Darmawa Beri Pernyataan Mengenai Kerugian dan Dana Investor

Lantas, bagaimana bisa radio masih tetap eksis di era digital yang serba canggih dalam menyediakan berbagai konten dalam bentuk teks, gambar, dan video? Berikut ini ulasan terkait eksistensi radio di Indonesia.

Media Penyiaran Pertama di Indonesia

Dalam sejarahnya perkembangannya, penyiaran radio di Indonesia memiliki dua sisi yang berbeda. Terkhusus, dalam hal konten penyiaran yang masuk ke Indonesia pada tahun 1927.

Pertama, jaringan penyiaran radio Belanda yang dikelola oleh Belanda dan berorientasi pada budaya barat.

Baca Juga: 5 Jenis Pinjaman Bank Mandiri 2024 Mulai Pembiayaan Rumah hingga Kendaraan

Kedua adalah jaringan radio ketimuran yang dikelola oleh bangsa Indonesia dan berorientasi pada pengembangan budaya tradisional daerah.

Pembentukan jaringan radio ketimuran itu menjadi peletak dasar bagi infrastruktur penyiaran di Indonesia.

Infrastruktur penyiaran radio tersebut meliputi teknologi penyiaran, manajemen penyiaran, dan pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Simulasi Angsuran KUR Pegadaian 2024 Periode September Pinjaman 10 juta Tenor 36 Bulan

Selain itu, terdapat isi siaran yang bermuara pada pemahaman terhadap peran penyiaran bagi perjuangan bangsa di era kolonialisme Belanda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Kominfo, KPI, Dari berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X