Fenomena kulminasi terjadi akibat bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat dan berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.
Hal ini menyebabkan posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun atau disebut sebagai gerak semu harian matahari.
Bagaimana cara mengamatinya?
Periset Antariksa BRIN Andi Pangerang menjelaskan bahwa kulminasi merupakan kondisi geografis yang dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Klaim Link DANA Kaget 13 September 2024 Terbaru: REJEKI Saldo DANA Gratis Hingga Rp 325 Ribu
Namun, pengamatan ini bergantung pada Waktu yang berbeda dan dari letak geografis masing-masing daerah.
Andi memberikan tips untuk dapat menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan matahari di Indonesia.
"Pertama siapkan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang dapat ditegakkan, lalu letakkan di permukaan yang rata dan amati bayangan sesuai dengan Waktu yang ditentukan," kata Andi dalam artikel BRIN, pada 6 September 2022.
Baca Juga: Perbandingan Antara CPNS dan PPPK 2024: Pilih Mana untuk Masa Depan Karir Anda?
Selain itu, pengamat dapat mendokumentasikan dengan foto atau rekaman video saat proses tidak adanya bayangan matahari.
Jika cuaca berawan, maka pengamat dapat menyaksikan fenomena kulminasi paling cepat lima menit sebelumnya, atau paling lambat lima menit setelah Waktu yang ditentukan.
Hal tersebut karena bayangan akan muncul kembali di luar rentang waktu lima menit.
Baca Juga: Segera Upgrade ke PlayStation 5 Pro: Temukan Perbedaan Mendalam antara PS5 Pro dan PS5 Standar
Kapan hari tanpa bayangan terjadi di Indonesia?
Berdasarkan penelitian BMKG, berikut ini jadwal hari tanpa bayangan di Indonesia:
Artikel Terkait
Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Palembang, Tunjukan Bahaya Pornografi dalam Dunia Anak, Orang Tua Wajib Ketahui Hal Penting Ini
Mengenal ‘Karoshi’, Budaya Kerja yang Bisa Berujung Kematian: Salah Satunya Akibat Jam Kerja yang Terlalu Panjang
Ini Tata Cara Pengelolaan Royalti Menurut Undang-Undang, Belajar Dari Masalah Royalti Lagu Asmalibrasi Fanny Soegi,
11 September Jadi Hari Radio Nasional, Ini Perbedaan Radio dengan Podcast di Era Digital
Konten Parodi Paus Fransiskus Tuai Kecaman, Intip Sederet Kontroversi Influencer Indo yang Berujung Jeruji Besi
Tren Penurunan Pernikahan dan Kelahiran di Indonesia Menurun, Childfree Jadi Salah Satu Faktor Penyebabnya
Perbandingan Antara CPNS dan PPPK 2024: Pilih Mana untuk Masa Depan Karir Anda?