BAPAK KARDINAL DAN IMAM BESAR Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Sabtu, 7 Mei 2022 | 16:44 WIB
Ignatius Kardinal Suharyo dan Imam Besar KH Nasaruddin Umar  (Foto: Istimewa)
Ignatius Kardinal Suharyo dan Imam Besar KH Nasaruddin Umar (Foto: Istimewa)

Terowongan itu adalah simbol persaudaraan. Kata FW Dillistone (2002) simbol yang efektif adalah yang memberi terang, daya kekuatannya bersifat emotif dan merangsang orang untuk bertindak.

Pertemuan Hari Raya Idul Fitri, pertemuan halal bihalal Kardinal Suharyo dan KH Nasatuddin Umar adalah salah satu makna dari “Terowongan Silaturahim”, ungkapan persaudaraan sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan.

Bukankan kata saudara-saudara kita di Sulawesi Utara, Torang samua basudara? Dan, Hari Raya Idul Fitri—juga Hari Raya Paskah bagi umat Kristiani– ini menjadi momen untuk meneguhkan persaudaraan sebagai sasama umat beriman itu.

Baca Juga: Kalahkan Empoli, Inter Salip AC Milan dan Menduduki Puncak Klasemen Liga Serie A Italia

Seperti dikatakan dalam “Dokumen tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama”, budaya dialog sebagai jalan; kerja sama timbal balik sebagai kode etik; saling pengertian sebagai metode dan standar.

Karena itu, agama tidak boleh memprovokasi peperangan, sikap kebencian, permusuhan, dan ekstremisme, juga tidak boleh memancing kekerasan atau penumpahan darah. Realitas tragis ini merupakan akibat dari penyimpangan ajaran agama.

Kata Dokumen Persaudaraan itu, hal-hal tersebut adalah hasil dari manipulasi politik agama-agama dan dari penafsiran yang dibuat oleh kelompok-kelompok agama yang, dalam perjalanan sejarah, telah mengambil keuntungan dari kekuatan sentimen keagamaan di hati para perempuan dan laki-laki agar membuat mereka bertindak dengan cara yang tidak berkaitan dengan kebenaran agama. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan yang bersifat politis, ekonomi, duniawi dan picik.

Baca Juga: Perputaran Uang Selama Arus Mudik Balik Lebaran 2022 Lebih dari Rp 72 Triliun. Dibelanjakan Apa Saja?

Maka pertemuan Kardinal Suharyo dan Imam Besar Nasaruddin Umar, di masa sekarang ini–terutama bagi negeri kita–memiliki arti dan makna yang sangat dalam dan penting dalam usaha mempertahankan keutuhan bangsa dan negara, membangun serta memerkokoh persaudaraan umat beriman.***

 

Sumber: https://triaskun.id/2022/05/07/bapak-kardinal-dan-imam-besar/

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskun.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X