Mengapa orang mabuk kekuasaan? Karena kekuasaan memang memesona; menjanjikan banyak hal; termasuk di dalamnya memberikan peluang atau kesempatan untuk menyalahgunakan, mengakali kekuasaan itu demi kepentingan diri.
Baca Juga: Najwa Shihab Kritik Wacana Kolaborasi KPK dan Para Mantan Koruptor
Di saat orang mabuk itulah—apa itu mabuk kekuasan, mabuk politik, mabuk agama, dan sebagainya—kata Charlie Chaplin (1889-1977), karakter sejati seseorang muncul: entah itu musang yang sebelumnya berbulu ayam, entah itu serigala berbulu domba, entah itu musang berjanggut, atau entah penjahat yang berjubah ulama.
Tentu, semua itu menyakiti hati rakyat. Tapi, apa pedulinya? Mungkin begitu, kata para koruptor. Bila demikian, maka kisah pejabat seperti Niẓām al-Mulk dan Kautilya, hanyalah sebuah cerita lain. ***
Sumber: https://triaskun.id/2021/09/13/nizam-al-muluk/
Artikel Terkait
KPK Tetapkan 22 Terduga Maling Uang Rakyat Sebagai Tersangka, Termasuk Bupati Probolinggo
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari Ikuti Rakor Virtual Yang Dibuka Jokowi
Gubernur Jatim Angkat Wakil Bupati Isi Kekosongan Jabatan Bupati Probolinggo Setelah Kasus Jual Beli Jabatan
Ini Perjalanan Politik Dinasti Bupati Probolinggo Selama 18 Tahun