Baca Juga: Segera Terbit Sertifikat Halal Vaksin Merah Putih
Kata Paus, jurnalisme perdamaian tidak dimaksudkan sebagai jurnalisme “pemanis rasa” yang menolak mengakui adanya masalah-masalah serius atau jurnalisme yang bernada sentimentalisme.
Sebaliknya, jurnalisme perdamaian adalah suatu jurnalisme yang jujur dan menentang kepalsuan, slogan-slogan retoris, dan pokok berita yang sensasional.
Jurnalisme perdamaian, diciptakan oleh masyarakat untuk masyarakat, yang melayani semua orang, terutama mereka—dan mereka adalah mayoritas di tengah dunia kita—mereka yang tidak bersuara.
Baca Juga: PSG vs Real Madrid dan Sporting Vs Manchester City, Laga Pembuka Babak Gugur Liga Champions.
Sebuah jurnalisme yang tidak terpusat pada breaking news (berita sela) tetapi menelisik sebab-sebab yang mendasari konflik, guna memajukan pemahaman yang lebih mendalam dan memberi sumbangan bagi jalan keluar dengan memulai suatu proses yang baik.
Sebuah jurnalisme yang berkomitmen untuk menunjukkan beragam alternatif penyelesaian terhadap meningkatnya keributan dan kekerasan verbal.
Jadi, tugas suci media, semestinya adalah ramai-ramai mendorong dan mengusahakan penyelesaian damai, adil, dan berkemanusiaan terhadap krisis Wadas. Tidak diem, seperti kata Mas Mar. ***
Sumber: https://triaskun.id/2022/02/14/postingan-mas-mar/