opini

'BRUTUS DAN YUDAS' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku, Duta Besar RI untuk Vatikan

Minggu, 27 Agustus 2023 | 13:00 WIB
Yudas Iskariot mengkhianati Yesus. Ilustrasi (plainbibleteaching.com)

'BRUTUS DAN YUDAS'
Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku, Duta Besar RI untuk Vatikan

Cerita Marcus Yulius Brutus adalah cerita pengkhianatan klasik. Demikian juga cerita Yudas Iskariot adalah kisah pengkhianatan.

Bersama saudara iparnya, Gaius Cassius Longinus, Brutus membunuh Yulius Caesar.
Maka mereka dalam catatan sejarah disebut sebagai pengkhianat.

Dante Alighieri dalam Inferno salah satu dari tiga bagian–dua lainnya adalah Purgatorio dan Paradiso-The Divine Comedy (La Divina Commedia atau La Commedia) bahkan menyebut mereka sebagai pengkhianat terbesar dalam sejarah manusia.

Baca Juga: Mulai 1 Januari 2024 Beli Elpiji 3 Kg Wajib Pakai KTP, Segera Daftar !

Meskipun dalam perjalanan sejarah umat manusia selalu muncul pengkhianat-pengkhianat baru. Sepertinya, setiap zaman melahirkan pengkhianat baru. Dan pengertiannya pun berkembang.

Misalnya, kini ada yang mengartikan pengkhianat itu sebagai orang yang berperilaku cerdas tapi licik; perilaku tak pandai berterima kasih; haus akan kekuasaan; penusuk kawan seiring; menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan; mengutamakan kepentingan diri dan sebagainya.

Baca Juga: Sinopsis Film Gone Girl, Istri Yang Hilang Otomatis Suami Sebagai Pembunuh ?

Dalam kisah pewayangan sosok seperti itu sering dikaitkan dengan Sengkuni, patih Kerajaan Astinapura dalam epos Mahabarata. Dialah provokator kelas wahid yang mengkhianati nilai-nilai kejujuran, yang menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.

Brutus mengkhianati Yulias Caesar. Ilustrasi (brewminate.com)

Kisah Marcus Yulius Brutus pun tak jauh berbeda. Brutus (85 – 42 SM) politisi dan orator; Gaius Cassius Longinus (86 – 42 SM), seorang senator dan jenderal, demikian kisahnya.

Baca Juga: Sate Srepeh Khas Rembang , Menikmati Nasi Lodeh Pedas Dengan Sate

Keduanya bersama-sama berpihak pada Pompey melawan Caesar dalam perang saudara tahun 50 SM. Caesar dapat mengalahkan mereka. Dan mengampuninya. Bahkan, keduanya dijadikan sekutunya.

Tapi, suatu ketika Brutus memimpin konspirasi untuk membunuh Caesar, pada tahun 44 SM. Kata Brutus, Caesar harus disingkirkan demi keselamatan negara.
Sebuah alasan klasik: "atas nama negara" atau "atas nama rakyat". Seakan dengan "mengatas-namakan negara" atau "mengatas-namakan rakyat", lantas bisa berbuat apa saja tak peduli aturan, paugeran.

Baca Juga: Malioboro Run, Sambil Berlari Menikmati Budaya Yogyakarta. Catat Waktunya

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB