TITIKTEMU.CO- Kalau Anda suka pedas, sepertinya kuliner Kabupaten Rembang cocok. Pasalnya Rembang memiliki kuliner-kuliner khas yang rasanya cenderung pedas. Sebut saja ada lontong tuyuhan dengan kuah kuning berasa pedas-gurih. Selain lontong tuyuhan, kuliner Sate Srepeh juga patut dicoba. Rasa pedas mendominasi pada makanan ini.
Makanan ini cocok untuk sarapan atau makan siang. Pas dinikmati ketika tubuh sedang beraktifitas sehingga menambah semangat.
Sate Srepeh bisa ditemukan di sekitar Desa Sumberejo. Ada satu warung yang bentuknya terkesan sederhana dan lokasinya agak masuk di tempat pemukiman. Kata warga sekitar, dulunya, jalan desa tersebut banyak yang menjual sate srepeh, terutama pada pagi hari. Jika datang agak kesiangan, terkadang sudah kehabisan.
Seperti sate pada umumnya, Sate Srepeh disajikan dengan bumbu kacang yang lebih mirip dengan bumbu kacang pada tahu campur. Setelah bumbu siap, kemudian penjual akan mengambil dua nasi yang sudah dibungkus menggunakan daun jati. Ketika dibuka, nasi itu sudah padat seperti lontong, namun, jika dibelah masih berbentuk nasi.
Baca Juga: Mencicip Soto Tauto , Jagonya Kuliner Pekalongan
Nasi itu lalu diguyur dengan kuah lodeh. Nasi, sayur lodeh kemudian ditopang tahu yang diguyur bumbu kacang tadi. Penjual akan menawarkan kepada pengunjung akan memilih daging atau jeroan ayam.
Jika dilihat sekilas, sate srepeh seperti sate ayam. Yang membedakan adalah bumbunya. Biasanya, sate ayam dipadu dengan sambal kacang yang agak kental, ditaburi irisan bawang merah dan cabai, lalu disajikan bersama lontong atau nasi. Sedangkan sate srepeh ini menggunakan bumbu berbahan dasar santan. Warnanya agak kemerahan. Santannya itu diolah bersama bersama cabai merah, garam dan penyedap rasa. Santan kemudian diaduk-aduk hingga kental sampai warnanya agak kemerah-merahan.
Sate khas rembang ini rasanya segar dan pedas dipadukan dengan nasi dan sayur lodeh. Pas dilidah gurihnya.Ditambah lagi pedas gurihnya sambal kacang.
Baca Juga: Angkringan Widoro, Menyulap Tanah Mangkrak Jadi Tempat Kuliner Nyaman
Satu piring terdiri dari sepuluh tusuk sate. Lima tusuk berisi jeroan, sisanya daging. Sementara di piring lain tersaji nasi sayur lodeh beserta lauk tahu campur beralas daun jati, sehingga mampu menciptakan sensasi makan tersendiri.
Ketika musim mudik lebaran, banyak orang luar kota atau yang sedang pulang kampung ingin mencicip kuliner ini karena warung sate srepeh ini sudah ada sejak puluhan tahun dan turun temurun.
Artikel Terkait
Drive In Unik Di Yogyakarta, Nonton Di Atas Becak Sambil Menyantap Kuliner
Solo Memang Tidak Tidur Untuk Wisata, Ini Kuliner Malamnya
Angkringan Widoro, Menyulap Tanah Mangkrak Jadi Tempat Kuliner Nyaman
Memburu Kuliner Di Pasar Gedhe Solo, Banyak Kuliner Yang Mantap
Mencicip Soto Tauto , Jagonya Kuliner Pekalongan