opini

'BUKAN TOPENG MONYET' oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Selasa, 16 Mei 2023 | 12:29 WIB
Topeng Monyet (deviantart.com)

Baca Juga: Buah Naga , Diam Diam Punya Segudang Manfaat

Bahkan, tak jarang bandit-bandit pun menjelma menjadi malaekat yang penuh perhatian dan belas kasih. Wajah-wajah seperti malaekat muncul di mana-mana. Begitulah yang muncul ketika musim topeng tiba.

Maka itu, pada akhirnya, seperti kata David Runciman, kita harus menerima kemunafikan sebagai fakta politik. Kemunafikan adalah bagian penting dari sistem politik kita, terutama saat kita semakin terpolarisasi.

Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Jamaah Haji Usia di Atas 65 Tahun 67.000 Orang, Pelayanan Haji Ramah Lansia Dikuatkan

Ada dua jenis kemunafikan dalam politik. Pertama, kemunafikan di mana politisi berpura-pura peduli tentang sesuatu dan kemudian tidak melakukan apa-apa. Dan, kedua, kemunafikan di mana para politisi berpura-pura memikirkan sesuatu tetapi melakukan hal yang sebaliknya (The Guardian, 15/2/2020)

Hal itu terjadi, kata Herry-Priyono (2022) karena politik itu tidak lahir di Firdaus, tidak beroperasi dengan idealisme transendental. Orang yang lahir di Firdaus saja, jatuh ke dalam lembah dosa. Apalagi yang tidak.

Begitulah dunia politik, yang ketika musim topeng tiba, di mana-mana akan tampil penari topeng. Tapi, bukan topeng monyet. ***

 

Sumber: https://triaskredensialnews.com/kredensial/bukan-topeng-monyet/

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB