Pelajaran pertama: Indonesia membutuhkan sistem royalti digital yang transparan dan otomatis.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2025 Tahap 2: Kapan Dibuka dan Apa Saja Persyaratannya?
Tak bisa lagi bergantung pada etika semata. Performa lagu harus tercatat secara digital—dari konser, radio, televisi, hingga platform daring. Tanpa sistem, pencipta akan terus kalah oleh ingatan pendek industri.
Pelajaran kedua: adab mendahului aturan. Jika komunikasi dilakukan sejak awal, jika pencipta dihubungi dan dihormati, kita tak perlu menyaksikan pertemuan mereka di ruang sidang.
Pelajaran ketiga: budaya cover harus dibarengi budaya penghormatan. Lagu yang dinyanyikan ulang harus disertai izin yang sah, pencantuman nama pencipta, dan royalti yang proporsional.
Jika tidak, cover bisa menjadi pencurian yang terbungkus tepuk tangan.
Pelajaran keempat: penyelesaian kreatif kadang lebih abadi dari penyelesaian hukum. Taylor Swift menunjukkannya.
Bahkan George Harrison tetap mencipta setelah digugat. Barangkali suatu hari nanti, Keenan dan Vidi bisa duduk dalam satu konser. Saling memaafkan. Saling memberi tempat.
Karena pada akhirnya, musik bukan tentang kemenangan. Ia tentang perjumpaan hati.
Baca Juga: INFO REKRUTMEN: Lowongan Kerja Terbaru, Petugas Front Office KPKNL Palu Tahun 2025, Segini Gajinya
Pada akhirnya, lagu adalah warisan batin. Ia lahir dari ruang sunyi seorang pencipta. Ia hidup dalam suara seorang penyanyi. Lalu ia bersemayam di hati pendengar.
Keindahannya akan tetap hidup—jika kita menjaganya bukan hanya dengan hukum,
tapi juga dengan rasa.
Karena musik, pada dasarnya, bukan hanya untuk didengar.
Tapi untuk dimuliakan.***
Artikel Terkait
MAKAN SIANG YANG RUWET, Oleh: Riant Nugroho
Antara Penegakan Hukum dan Ancaman terhadap Kemerdekaan Pers, Oleh: Moehammad Gafar Yoedtadi
PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (3): DUNIA PENUH GEJOLAK
KETIKA UNIVERSITAS HARVARD MEMILIH UNTUK MELAWAN PRESIDEN DONALD TRUMP
'ARTIFICIAL INTELLIGENCE TAK MEMBUNUH PENULIS, TAPI MENGUBAHNYA', Oleh Denny JA
OPINI "Nyenyak di Hotel Mewah, Gelisah di Rumah Rakyat" Oleh: Budiawan, Host "Cangkrukan"
'ELON MUSK PUN SERUKAN PEMECATAN DONALD TRUMP', Oleh Denny JA