???? 1. Penulis Komersial
Mereka menulis untuk hidup. Dari royalti, proyek, dan honor.
Kini:
• Proyek direbut AI.
• Harga tulisan jatuh.
• Waktu produksi menyusut drastis.
Agar bertahan, mereka harus bertransformasi.
Menjadi bukan sekadar penulis, tapi arsitek narasi yang bekerja bersama mesin. Mereka menyunting tulisan AI, menambahkan emosi, konteks lokal, dan suara khas yang tak bisa dipalsukan.
Mereka membangun sistem distribusi langsung—komunitas pembaca yang loyal. Masih ada penulis yang menjual karya bukan melalui toko buku, tapi melalui kanal yang mereka bangun sendiri.
Baca Juga: Persiapan Wukuf di Arafah: Ini Daftar Barang Penting yang Perlu Dibawa Jemaah Haji Indonesia
Strateginya:
• Menjadi kurator AI: menyaring, mengedit, dan menanamkan jiwa ke dalam teks dingin.
• Menjual otentisitas: karena suara unik tak bisa diduplikasi.
• Membangun ekosistem sendiri: komunitas, kanal distribusi, hingga monetisasi melalui kelas, forum, atau merchandise.
???? 2. Penulis Pencerah
Mereka menulis bukan karena dibayar, tapi karena tak bisa tidak menulis.
• Menulis sebagai doa.
• Menulis sebagai perlawanan terhadap zaman yang kehilangan makna.
• Menulis sebagai suluh dalam gelapnya hidup.
Baca Juga: God Bless Akan Tampil di GBK, Panaskan Suasana Jelang Laga Timnas Indonesia vs China
Mereka tetap menulis, meski tak dibaca banyak orang. Bahkan jika tak pernah dibayar.
Mereka adalah pewaris pelukis gua purba. Meninggalkan jejak di dinding waktu. Agar kelak, seseorang menemukan, dan mengerti.
Mereka tak bertanya: “Siapa yang akan membeli?”
Mereka bertanya: “Apa yang akan terjadi jika aku tidak menulis?”
Baca Juga: Sedang Tayang di Bioskop! Waktu Maghrib 2: Teror Mencekam Menjelang Malam
Artikel Terkait
'BERKIBARLAH BENDERAKU' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku, Dubes RI di Vatikan
'BRUTUS DAN YUDAS' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku, Duta Besar RI untuk Vatikan
'BUNG KARNO DI OMAH PETROEK' Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku, Duta Besar RI di Vatikan
'SPARTACUS CAPUA' Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku dan Duta Besar RI untuk Vatikan
KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA
'PEMBANTAIAN DI FINAL LIGA CHAMPIONS EROPA 2025 DAN FILOSOFI BARU SEPAKBOLA' Oleh: Denny JA