la menyoroti tema-tema utama dari Seruan Apostolik Paus Fransiskus Evangelii gaudium (Sukacita Injil) keutamaan Kristus, sinodalitas, sensus fidei ("perasaan" supernatural umat beriman), kesalehan populer, kepedulian terhadap orang miskin, dan keterlibatan yang berani dengan dunia.
"Ini adalah prinsip-prinsip Injil yang melaluinya wajah Bapa yang penuh betas kasih telah dinyatakan dan terus dinyatakan dalam Putra yang menjadi manusia," kata Paus Leo.
Uskup Roma yang baru juga memberikan penghormatan kepada pendahulunya, mengingat kesederhanaan Paus Fransiskus, dedikasinya yang radikal terhadap pelayanan, dan kepulangannya yang damai ke Rumah Bapa.
Katanya, "Marilah kita menghargai warisan yang berharga ini dan melanjutkan perjalanan kita, didorong oleh harapan yang sama yang datang dari iman."
Baca Juga: VIRAL Devita Tengger TikTok: LINK Video 1 Menit 50 Detik Ini Jadi Perbincangan Hangat?
Bapa Suci mengingatkan tentang kehadiran Kristus yang Bangkit yang tenang namun penuh kuasa –"bukan dalam gemuruh guntur dan gempa bumi," tetapi dalam "bisikan angin sepoi-sepoi." Dalam keheningan inilah, kits menjumpai Tuhan paling intim, dan perjumpaan inilah yang harus membimbing Gereja dalam misinya saat ini.
Paus adalah Bapa Gereja, tetapi otoritasnya menyimpang jika tidak melayani kehidupan, kebenaran, dan tatanan ilahi. Pemulihan tidak akan terjadi melalui kebaruan kepausan, tetapi melalui kesetiaan kepausan kepada Kristus, Kitab Suci, dan Tradisi. (SELESAI)
Sumber tulisan: https://www.triaskredensialnews.com/kredensial/paus-leo-xiv-pertanda-zaman-3-dunia-penuh-gejolak-1/
Artikel Terkait
Dari Kapel Sistina ke Takhta Suci: Mengungkap Proses Pemilihan Paus dalam Tradisi Konklaf
Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, Pemimpin Umat Katolik Dunia Yang Baru dengan Nama Paus Leo XIV
Konklaf Tercepat Sepanjang Sejarah: Paus Terpilih Hanya dalam 33 Jam
Profil Paus Leo XIV: Paus Pertama dari Amerika Serikat yang Memimpin Gereja Katolik
Diwakili oleh Mensesneg Presiden Prabowo Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Paus Leo XIV: Momen Penting Bagi Perdamaian Dunia