PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (3): DUNIA PENUH GEJOLAK

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 16 Mei 2025 | 05:48 WIB
Kardinal Robert Prevost dari Amerika  Serikat terpilih sebagai Paus baru dengan nama Paus LEO XIV (instagram.com @vaticannews)
Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat terpilih sebagai Paus baru dengan nama Paus LEO XIV (instagram.com @vaticannews)

Saat ini, dunia sedang dilanda badai—diguncang oleh perang dan kekerasan, ketidakadilan, penindasan, pelanggaran hak-hak asasi manusia, perusakan lingkungan hidup, dan pengembangan kecerdasan buatan (Al), dan hilangnya martabat manusia.

Kalau dahulu, Rerum Novarum "sebatas sebagai jawaban" terhadap dampak negatif Revolusi Industri, sekarang untuk menghadapi zaman yang bahkan memunculkan sikap hidup "seolah-olah Tuhan tidak ada." Maka, kata Paus Leo XIV mengutip warisan Paus Fransiskus dan Paus Leo XIII, Gereja ingin "merespons revolusi industri baru dan pengembangan kecerdasan buatan (Al)", yang menyodorkan tantangan baru.

Baca Juga: Daftar Harga iPhone di iBox Terbaru Mei 2025 Berdasarkan Rating Pengguna, Kode Promo Diskon Besar iBox hingga 41 persen

Kata Paus Leo XIV, hal seperti itulah kondisi sekarang. Orang sering tergoda untuk menggantikan Tuhan, menganggap did mereka sebagai tolok ukur segala sesuatu, mengendalikannya, menggunakan segala sesuatu sesuai keinginan mereka sendiri.
Maka, masa kepausan Paus Leo XIV berada dalam dunia yang tengah mengalami transformasi geopolitik, budaya, dan spiritual mendalam.

Selain persoalan eksternal itu, ada persoalan internal yang harus dihadapi Paus baru, seperti diingatkan oleh Kardinal Giovanni Batistta Re, Dekan Collegium Kardinal dalam khotbahnya saat memimpin Misa Pembukaan Konklaf.

Kardinal Re mengingatkan tentang tugas "untuk menjaga kesatuan Gereja di jalan yang telah ditelusuri oleh Kristus kepada para Rasul." Kesatuan Gereja ini "dikehendaki oleh Kristus." Kesatuan yang kuat dan ditandai oleh "persekutuan yang mendalam dalam keberagaman, asalkan kesetiaan penuh kepada Injil dipertahankan."

Baca Juga: Ayoooo, Penjualan Tiket Indonesia Lawan Tiongkok Dimulai Hari Ini

Kondisi zaman seperti itu yang menginspirasi Kardinal Robert Francis Provost memilih nama Leo (Leo XIV). Kata Kardinal Suharyo, meskipun tidak mengambil nama Yohanes atau Fransiskus, tetapi semangatnya sama: menjadi gembala. Leo Agung dikenal sebagai gembala yang baik, demikian juga Leo XIII.

Maka Paus Leo XIV mengatakan akan membangun "jembatan" dan menekankan persatuan seperti motto kepausannya yang mencerminkan tradisi Agustinian: In Illo uno unum, Dalam Dia, kita satu. (Vatican News, 10/5).

Kata Santo Agustinus (Paus Leo XIV adalah seorang Agustinian–anggota Ordo Santo Agustinus, yakni komunitas religius yang mengikuti aturan hidup Santo Agustinus, dari Hippo, Mesir, yang hidup antara 354 – 430), "Meskipun kita orang Kristen banyak, dalam Kristus kita adalah satu. Kita banyak dan kits adalah satu – karena kita bersatu dengan-Nya, dan jika Kepala kita ada di surga, para anggota akan mengikutinya."

Baca Juga: GAJI PENSIUN PNS GOLONGAN IV CAIR JUNI 2025: Kabar Gembira dari Taspen untuk Pensiunan Hingga Rp4,9 juta

Perlu dipahami bahwa Gereja bukan sekadar lembaga manusia, tetapi Tubuh Kristus, yang dibimbing oleh Roh Kudus. Motto Paus Leo XIV di atas mencerminkan hal itu, In Illo Uno Unum, Dalam DIA kita bersatu. Karena itu, kata Kardinal Suharyo, atas bimbingan Roh Kudus, konklaf berlangsung lancar, mulus, cepat, dan penuh kebersatuan.

Meskipun pada pemungutan suara putaran keempat sempat kelebihan satu suara (134) dan di awal ketahuan ada dua telepon genggam yang lobos. Tetapi, semua ditanggapi dengan senyum dan tawa saja oleh para kardinal.
Maka, dengan motto tersebut di atas, Paus Leo XIV menekankan "unity' dan "communion" dalam Gereja. Ini mengingatkan kita akan "Bhinneka Tunggal Ika."

Menatap masa depan, Paus Leo XIV menegaskan kembali jalan yang telah ditetapkan oleh Konsili Vatikan Kedua, jalan yang diperbarui dan ditafsirkan ulang di bawah Paus Fransiskus.

Baca Juga: Cara Membuat SKCK Online 2025: Syarat, Biaya, Panduan Unduh dan Instal Aplikasi Super Apps Presisi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X