Karena itu, kata Bung Karno, "Aku ingin melihat kehidupan. Aku milik rakyat. Aku harus melihat mereka, aku harus mendengarkan mereka, dan bersentuhan dengan mereka. Aku merasa bahagia kalau berada di tengah mereka. Bagiku mereka adalah roti kehidupan. Aku membutuhkan massa rakyat."
Baca Juga: Gebyar UMKM Ala Kampung Bangirejo
Memang, seorang pemimpin (bangsa) tanpa rakyat bukanlah pemimpin. la menjadi pemimpin karena ada yang dipimpin yakni rakyat. Maka pemimpin tidak bisa melupakan rakyat. Pemimpin tidak bisa menafikan keberadaan rakyat; tidak bisa menganggap sepi rakyat.
Maka itu, tidak mudah untuk menjadi pemimpin itu. Pertama-tama dan utama adalah mematikan kepentingan diri dan mengutamakan kepentingan orang lain. Untuk menjadi seorang pemimpin harus sudah selesai dengan urusannya sendiri dan bukan justru sebaliknya ingin menjadi pemimpin karena untuk memuaskan nafsu dirinya dalam berbagai kepentingan.
Baca Juga: Ada Wisata Apa Di Jateng Bulan September , Ini Agendanya
Pendek kata, seorang pemimpin itu mengabdikan dirinya kepada orang yang dipimpinnya; menjadi berkat serta panutan bagi bagi banyak orang, bagi yang dipimpinnya.
***
Dengan berada di Omah Petroek, Bung Karno berada di tengah-tengah rakyat. Karena Bung memang berasal dari rakyat. la ingin kembali ke rakyat. Karena rakyatlah jiwa suatu bangsa.***
Sumber: https://www.triaskredensialnews.com/kredensial/bung-karno-di-omah-petroek/
Artikel Terkait
BULAN DI ATAS OMAH PETROEK Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Dari Ende, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Membumikan Pancasila
'PECI BUNG KARNO' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Halte Gelora Bung Karno Beroperasi Kembali setelah Direvitalisasi. Kapasitas Lebih Besar Dibanding Sebelumnya
Ganjar Ditugaskan sebagai Capres dari PDIP, Megawati Beri Mandat Puan Maharani untuk Pemenangan Pilpres
'Visi-Aktualisasi Pancasila' Oleh: Yudi Latif, Pengurus Aliansi Kebangsaan