'BUNG KARNO DI OMAH PETROEK' Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku, Duta Besar RI di Vatikan

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 4 September 2023 | 07:21 WIB
Patung Bung Karno di Omah Petroek diresmikan oleh Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (Tangkap layar instagram.com @omah_petroek)
Patung Bung Karno di Omah Petroek diresmikan oleh Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (Tangkap layar instagram.com @omah_petroek)

***

Tetapi, Bung Karno tetap "memilih" Omah Petroek sebagai "tempat keberadaannya," sebagai "tempat kediamannya." Mungkin, Omah Petroek dipilih karena selaras dengan sifat, kepribadian "sang pemilik", Petroek Kanthong Bolong.

Baca Juga: Presiden Yakini TMII Jadi Ikon Besar Pariwisata Jakarta

Petroek adalah punakawan, abdi, wong cilik, gedibal. Punakawan berasal dari kata pana yang memiliki arti cerdik, jelas, terang, dan cermat dalam pengamatan, serta kawan yang memiliki arti teman atau sahabat.

Punakawan disini berarti teman atau sahabat (pamong) yang sangat cerdik, dapat dipercaya serta mempunyai pandangan yang luas, memiliki pengamatan yang tajam dan cermat. Dalam Bahasa Jawa dikenal dengan istilah tanggap ing sasmita lan impad pasanging grahita yang berarti peka dan peduli terhadap berbagai permasalahan

Baca Juga: Puluhan Difabel Memberikan Persembahan Terakhir Juga Salam Perpisahan Untuk Ganjar

Maka kata ki dalang, Petroek adalah abdi yang bisa momong, momot, momor, mursid, lan murakabi.

Momong, artinya bisa mengasuh, menjadi pemomong. Seorang pemomong antara lain harus memiliki sifat sabar dan mau mendengarkan.

Momot, berarti dapat memuat segala keluhan tuannya, dapat merahasiakan masalah. la ibarat kata menjadi "keranjang sampah." Menerima semua keluhan bukan justru mengeluh.

Baca Juga: Ini Dia Wisata Keluarga Jika Pergi Ke Semarang

Momor, artinya tidak sakit hati ketika dikritik dan tidak mudah bangga kalau disanjung. Dalam bahasa anak muda sekarang disebut tidak baperan, senang mendapat tepuk tangan.

Mursid, artinya pintar sebagai abdi, mengetahui kehendak tuannya; tidak justru minteri atau merasa lebih pintar. Dan, murakabi, artinya bermanfaat bagi sesama. Artinya, keberadaannya berguna bagi banyak orang tidak hanya bagi sekelompok kecil atau kelompoknya sendiri.

Baca Juga: Erling Haaland makin gacor! Cetak tiga gol yang membuat Manchester City kembali ke puncak klasemen

***

Kiranya, Bung Karno demikian juga. Meski Bung Karno adalah tokoh besar, pemimpin besar tapi pemimpin bangsa yang sangat merakyat. Kata Bung Karno, "Saya ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Saya besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan saya penyambung lidah rakyat" (Cindy Adams)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X