'BUNG KARNO DI OMAH PETROEK' Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku, Duta Besar RI di Vatikan

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 4 September 2023 | 07:21 WIB
Patung Bung Karno di Omah Petroek diresmikan oleh Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (Tangkap layar instagram.com @omah_petroek)
Patung Bung Karno di Omah Petroek diresmikan oleh Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (Tangkap layar instagram.com @omah_petroek)

Baca Juga: Menikmati Berbagai Wedhang Yang Khas Di Kota Solo

Patung diberikan secara gratis oleh Dunadi. Kata Romo Sindhu, "Tanpo ragad. Patunge ya paringane Mas Dunadi seorang perupa/pematung misuwur yang telah banyak membuat patung pahlawan.

Kedatangan Bu Mega pun bagi Romo Sindhu dan warga sekitar Omah Petroek adalah sesuatu yang tak terbayangkan. Sebab, Omah Petroek itu di desa. Untuk sampai Omah Petroek harus blusukan menyusuri jalan sempit di bawah rumpun bambu.

Baca Juga: Kulineran Malam di Jogja, Ini 7 Angkringan yang Bisa Jadi Jujugan

***

Mengapa Bu Mega kersa rawuh? Tanya Romo Sindhu, yang masih terus mencari jawabannya. Juga mengapa Dunadi tergerak hatinya memberikan patung Bung Karno kepada Omah Petroek?

"las kenapa patung Bung Karno itu dipasang di Omah Petroek? Di desa? Tidak dipasang di tengah kota (Yogya) yang memiliki hubungan historis sangat kuat dengan Bung Karno?" Begitu tanya Romo Sindhu lewat pesan pendeknya.

Baca Juga: Siswa Madrasah Dan Santri Bisa Juga Jadi Dubber Keren

Padahal, sejarah sudah bercerita bahwa Yogyakarta pernah menjadi ibu kota republik ini dari 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949. Selama masa itu, pusat pemerintahan dikendalikan dari Gedung Agung Yogyakarta yang berperan menjadi istana kepresidenan. Karena itu, mengapa patung Bung Karno tidak didirikan di depan Gedung Agung, misalnya?

Lalu, pada tanggal 17 Desember 1949, Bung Karno diambil sumpahnya sebagai Presiden Republik Indonesi Serikat (RIS) di Siti Hinggil Keraton Yogyakarta. Tetapi, mengapa patung Bung Karno itu tidak diletakkan di Titik Nol melainkan di desa Karang Klethak, sembunyi tak jauh dari rumpun bambu?

Baca Juga: Prabowo Bisa Memenangkan Pilpres 2024, Jika Calon Wakilnya Tepat. Siapa Dia?

Bukankah Titik Nol jauh lebih strategis dibanding Omah Petroek? Bukankah Titik Nol secara historis lebih berbobot dibandingkan Omah Petroek? Rasanya, masyarakat Yogya tidak akan menolak kalau patung Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat itu ditempatkan di Titik Nol.

Bukankah di sekitaran Titik Nol ada banyak bangunan bersejarah. Titik Nol menjadi titik pertemuan antara Jalan Malioboro (dari utara), Jalan Pangurakan (dari selatan), Jalan KH Ahmad Dahlan (dari barat), dan Jalan Panembahan Senopati (dari timur).

Baca Juga: Yogya Jadi Start Grassroots Football Festival

Dulu, dari tahun 1970-an sampai tahun 1980-an, di tempat itu ada air mancurnya. Maka sering disebut perempatan air mancur; disebut pula perempatan kantor pos.
Ada bangunan-bangunan lama: Kantor Pos Besar Yogyakarta, gedung Bank BNI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang dahulu dipergunakan sebagai kantor de Indische Bank. Ada pula Monumen Serangan Umum 1 Maret. Pendek kata, kawasan Titik Nol adalah situs bersejarah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X