Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sang anak bungsu menangis histeris ketika melihat jenazah ayahnya. Bagi Dudung, kondisi tersebut tidak boleh berhenti sebagai tontonan yang mengundang simpati sesaat.
Baca Juga: TikTok Bisa Jadi Guru Seks Anak Sebelum Orang Tua Siap, Ini yang Perlu Dilakukan
Pemerintah daerah diminta memastikan anak-anak korban mendapatkan pendampingan psikologis, pemulihan psikososial, dan perlindungan sosial. Kehilangan orangtua secara tragis dapat meninggalkan luka panjang, terutama bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Di sisi lain, polisi menyebut kemarahan warga diduga dipengaruhi keresahan akibat sejumlah kasus kehilangan ayam yang terjadi sebelumnya. Namun keresahan tersebut tetap tidak bisa menjadi tiket untuk menjatuhkan hukuman sendiri.
Dudung berharap kasus pengeroyokan di Tabanan ini menjadi bahan refleksi bersama. Keadilan, katanya, tidak lahir dari amarah massa.
Karena ketika hukum digantikan oleh kerumunan, yang hilang bukan cuma satu nyawa. Rasa aman, keadilan, dan kepercayaan bahwa hukum berlaku untuk semua orang ikut dipertaruhkan.***
Artikel Terkait
Kaesang Mau Nyaleg di Dapil Puan, Ganjar Justru Respons Begini
Siklon Tropis NOUL Mulai Bikin Waswas, 3 Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Dihantam Angin Kencang
Nama Erwan Setiawan Diseret Lagi, 11 Akun Medsos Kini Dibidik Kuasa Hukum Wagub Jabar
Juara Matematika Usia 7 Tahun Pilih Mundur dari Kompetisi di Jerman, Alasannya Bukan Soal Uang
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Tangis Anak Kelas 1 SD Bikin Hati Teriris
Tribun Kejurnas Drift Purwokerto Mendadak Ambruk, Penonton Berjatuhan hingga Ambulans Hilir Mudik
UKKJ Guru Madrasah 2026 Segera Digelar, Kemenag Siapkan 14.080 Formasi untuk Kenaikan Jenjang Jabatan