TITIKTEMU.CO – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang tenaga kesehatan (nakes) dari Rumah Sakit Efarina Etaham Siantar, Sumatera Utara, yang dinilai tidak beretika saat membuat konten mengenai seorang bayi yang sedang dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Unggahan tersebut menuai kecaman luas dari masyarakat, tenaga medis, hingga para dokter karena dianggap tidak memiliki empati terhadap pasien serta melanggar etika profesi.
Konten Viral Picu Kemarahan Warganet
Perempuan bernama Tiara Prastiwi diketahui mengunggah foto seorang bayi yang sedang menjalani perawatan di ruang NICU melalui akun Threads pribadinya, @tiaraprstw___.
Yang menjadi sorotan bukan hanya foto tersebut, melainkan tulisan yang menyertainya.
Dalam unggahan yang kemudian dibagikan ulang oleh akun Threads @chatbidan.id pada Minggu (28/6/2026), Tiara menulis:
"POV: Istrinya mantan baru lahiran. Dan anaknya masuk NICU di inkubator."
Tak lama kemudian, ia kembali mengunggah emoji bergambar otak disertai kalimat:
"Enaknya diapain ya ini bayi."
Unggahan tersebut langsung memicu gelombang kritik karena dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien.
Sempat Klarifikasi dan Mengaku Tak Menyangka Akan Viral
Setelah menuai hujatan, Tiara sempat memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun media sosialnya sebelum akhirnya akun tersebut dihapus.
Artikel Terkait
Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Tiga Tim dengan Ranking FIFA Terendah Siap Ciptakan Kejutan
Jadwal Siaran Langsung Belanda vs Maroko di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Duel Dua Tim Paling Tajam, Live TVRI
BPJS Kesehatan Ubah Sistem Layanan ke Value-Based Healthcare, Fokus Tingkatkan Mutu dan Tekan Angka Operasi Caesar
Head to Head Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Rekor Pertemuan, Statistik, dan Adu Strategi Menuju 16 Besar
Wayne Rooney Desak Thomas Tuchel Kurangi Menit Bermain Harry Kane di Piala Dunia 2026 Meski Sedang Tajam
Mehdi Taremi Kritik FIFA soal Piala Dunia 2026, Sebut Iran Diperlakukan Tidak Adil akibat Masalah Visa dan Logistik