TITIKTEMU.CO – BPJS Kesehatan mulai melakukan transformasi besar dalam sistem pelayanan kesehatan nasional dengan menerapkan pendekatan value-based healthcare atau pelayanan kesehatan berbasis nilai manfaat. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan pembiayaan kesehatan lebih efektif dan tepat sasaran.
Langkah tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, saat menghadiri kegiatan anjangsana di Kraton Majapahit Jakarta, Minggu (28/6/2026). Dalam kegiatan itu, ia didampingi jajaran Direksi BPJS Kesehatan serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Prof. Stevanus Adrianto Passat, dan disambut Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.
Beralih dari Volume-Based ke Value-Based Healthcare
Prihati menjelaskan bahwa perubahan sistem pelayanan bukan dimaksudkan untuk mengurangi manfaat yang diterima peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melainkan memastikan setiap tindakan medis diberikan sesuai indikasi klinis dan pedoman berbasis bukti (evidence-based medicine).
Menurutnya, selama ini pelayanan kesehatan masih banyak berorientasi pada jumlah tindakan medis. Ke depan, BPJS Kesehatan ingin mengedepankan manfaat nyata yang diterima pasien sehingga pelayanan menjadi lebih berkualitas dan efisien.
"Kami tidak mengurangi manfaat peserta, tetapi memastikan seluruh pelayanan mengikuti pedoman medis yang berlaku agar tepat sasaran dan memberikan hasil terbaik bagi pasien," ujar Prihati.
Transformasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan Program JKN melalui penguatan pengendalian mutu dan biaya (quality and cost control).
Baca Juga: Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Tiga Tim dengan Ranking FIFA Terendah Siap Ciptakan Kejutan
Layanan Jantung Jadi Tahap Awal Implementasi
Sebagai tahap awal, pendekatan value-based healthcare akan diterapkan pada pelayanan penyakit jantung.
BPJS Kesehatan akan memastikan tindakan pemasangan ring jantung (stent) dilakukan berdasarkan indikasi medis yang jelas dan sesuai standar ilmiah. Dengan demikian, setiap prosedur yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi pasien.
Ke depan, konsep serupa juga akan diterapkan pada sejumlah layanan lainnya, seperti operasi katarak, tindakan hemodialisis, hingga pelayanan persalinan.
BPJS Kesehatan Soroti Tingginya Angka Operasi Caesar
Artikel Terkait
Kanada Lolos Dramatis ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Tumbangkan Afrika Selatan Lewat Gol Injury Time
Kronologi Bocah 4 Tahun Meninggal Terperosok Lubang Galian Proyek Revitalisasi Taman Tebet, Pengawasan dan Keamanan Disorot
Ramai Disorot, Profil Ahmad Najmi Shahab Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia Jadi Perbincangan, Jejak Karier Tuai Reaksi Warganet
Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Tiga Tim dengan Ranking FIFA Terendah Siap Ciptakan Kejutan
Jadwal Siaran Langsung Belanda vs Maroko di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Duel Dua Tim Paling Tajam, Live TVRI