TITIKTEMU.CO-Selama ini kita mengira musuh utama kota pesisir hanyalah mencairnya es di kutub.
Para perencana kota sibuk membangun tanggul tinggi karena mengira daratan kita berdiri diam.
Namun, data satelit radar terbaru membongkar sebuah ilusi besar yang selama ini kita percaya.
Baca Juga: BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Layani Penukaran 20 Mata Uang Asing
Bumi tempat kita berpijak ternyata tidak sediam dan sekokoh yang kita duga.
Di wilayah pesisir padat penduduk, tanah justru sedang ambles dengan kecepatan yang mengerikan.
Saat Daratan Turun Lebih Cepat dari Air yang Naik
Sebuah riset global mengungkap bahwa kawasan pesisir padat ambles sekitar 0,64 sentimeter per tahun.
Baca Juga: Tawa dan Haru Menyatu di Panggung Ramayana Balekambang: Kisah Shinta Ilang Memikat Ribuan Penonton
Angka ini tiga kali lebih besar daripada rata-rata penurunan garis pantai dunia.
Bahkan, lajunya hampir dua kali lipat lebih tinggi dari proyeksi kenaikan air laut akibat perubahan iklim.
Artinya, kota-kota kita tenggelam bukan hanya karena airnya naik, tetapi karena tanahnya yang merosot.
Baca Juga: Guna Berantas Pemalsuan Dokumen, Korlantas Polri Bersiap Ubah STNK dan BPKB Jadi Format Digital
Satelit mencatat sekitar 71 persen populasi pesisir global kini tinggal di zona bahaya ini.
Artikel Terkait
Nikel vs LFP: Dilema Insentif Mobil Listrik 2026 yang Bikin Industri Ketar-Ketir!
Jangan Sampai Busuk! Trik Rahasia Amankan Nutrisi Daging Kurban ala Pakar IPB
Angin Segar di Selat Hormuz: Tanker Mulai Berani Melintas, Pasokan Energi Dunia Segera Pulih?
Borderland Burnout: Ketika Rumah Berubah Jadi Kantor yang Menjajah Waktu Istirahatmu
Tawa dan Haru Menyatu di Panggung Ramayana Balekambang: Kisah "Shinta Ilang" Memikat Ribuan Penonton
BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Layani Penukaran 20 Mata Uang Asing
Kinerja BRI Triwulan I 2026 Tetap Solid, Likuiditas Kuat dan Modal Makin Kokoh