Kinerja BRI Triwulan I 2026 Tetap Solid, Likuiditas Kuat dan Modal Makin Kokoh

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:42 WIB
BRI catat kinerja solid Triwulan I 2026 dengan likuiditas kuat, biaya dana turun, dan permodalan semakin kokoh. (Dok. BRI)
BRI catat kinerja solid Triwulan I 2026 dengan likuiditas kuat, biaya dana turun, dan permodalan semakin kokoh. (Dok. BRI)

TITIKTEMU.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung. Hingga akhir Triwulan I 2026, perseroan mampu menjaga pertumbuhan usaha secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menyampaikan bahwa kondisi likuiditas perusahaan tetap berada pada level yang sehat dan jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. Hingga Maret 2026, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI tercatat sebesar 86,7 persen, angka yang dinilai ideal untuk menjaga keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran kredit.

Baca Juga: BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Layani Penukaran 20 Mata Uang Asing

Menurutnya, posisi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi BRI untuk terus mendorong pertumbuhan pembiayaan tanpa mengabaikan aspek stabilitas dan kehati-hatian dalam operasional perbankan.

Di sisi pendanaan, BRI juga berhasil meningkatkan efisiensi biaya dana. Cost of fund berbasis dana pihak ketiga tercatat turun dari 3,0 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,3 persen pada periode yang sama tahun 2026. Penurunan tersebut menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mengelola sumber pendanaan secara lebih optimal.

Perbaikan tersebut turut didukung oleh meningkatnya porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Rasio CASA BRI naik dari 65,8 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 68,1 persen pada Triwulan I 2026. Kondisi ini mencerminkan semakin kuatnya struktur pendanaan perusahaan sekaligus membantu menjaga efisiensi biaya operasional.

Baca Juga: Tawa dan Haru Menyatu di Panggung Ramayana Balekambang: Kisah Shinta Ilang Memikat Ribuan Penonton

Selain likuiditas yang kuat, BRI juga memiliki fondasi permodalan yang sangat solid. Hingga akhir Maret 2026, Capital Adequacy Ratio (CAR) perusahaan berada di level 22,90 persen, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan regulator bagi bank-bank sistemik.

Dengan tingkat permodalan yang tinggi tersebut, BRI memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan, khususnya dalam pembiayaan sektor produktif dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di saat yang sama, perseroan tetap memiliki bantalan risiko yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.

Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, likuiditas, dan kekuatan modal agar dapat terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X