Nikel vs LFP: Dilema Insentif Mobil Listrik 2026 yang Bikin Industri Ketar-Ketir!

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi Rencana insentif pajak EV 2026 menuai polemik antara hilirisasi nikel dan tren baterai LFP global. (Pinterest @road&track)
Ilustrasi Rencana insentif pajak EV 2026 menuai polemik antara hilirisasi nikel dan tren baterai LFP global. (Pinterest @road&track)

TITIKTEMU.CO-Pemerintah Indonesia sedang merancang karpet merah bagi masa depan kendaraan listrik (EV) di tanah air.

Lewat rencana insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang digodok untuk tahun 2026, potongan harga yang ditawarkan tidak main-main—mulai dari 40 persen hingga 100 persen.

Angka yang menggiurkan bagi siapa saja yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Baca Juga: SIM Fisik Ketinggalan? Jangan Panik, Tunjukkan Layar HP dan Kamu Bebas Tilang!

Namun, di balik angka fantastis tersebut, ada sebuah teka-teki besar yang sedang hangat diperdebatkan: teknologi baterai mana yang mau kita pilih?

​Pemerintah punya misi besar untuk mendorong hilirisasi nikel nasional.

Wajar saja jika ada rencana untuk memberikan potongan pajak yang lebih jumbo bagi kendaraan yang mengadopsi baterai berbasis nikel.

Langkah ini dinilai strategis untuk memaksimalkan kekayaan alam bumi pertiwi.

Baca Juga: Apakah Pinjol Mempengaruhi Bansos PKH-BPNT? Cek KTP Terdaftar Pinjol dan Cara Memperbaikinya

Namun, para pelaku industri mengingatkan agar kita tidak memakai kacamata kuda. Dunia otomotif global justru sedang bergerak ke arah yang berbeda.

​Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) mengingatkan bahwa kebijakan ini sebaiknyaMemperbaikiny

Achmad Rofiqi, Wakil Ketua Umum Periklindo, menekankan pentingnya melihat realita di lapangan. 

Baca Juga: Cara Memperbaiki Biodata Siswa dan Nama Kepala Sekolah yang Salah di Hasil TKA SD SMP

Saat ini, kiblat mobil listrik penumpang global justru sedang gandrung pada baterai Lithium Iron Phosphate (LFP).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X