Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Duka Indonesia untuk Prajurit TNI Penjaga Perdamaian PBB

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 25 April 2026 | 18:45 WIB
Ilustrasi Praka Rico Pramudia gugur usai terluka di Lebanon (Dok. Antara)
Ilustrasi Praka Rico Pramudia gugur usai terluka di Lebanon (Dok. Antara)

TITIKTEMU.CO - Indonesia kembali berduka. Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, dinyatakan gugur setelah menjalani perawatan intensif hampir satu bulan di rumah sakit di Beirut.

Ia sebelumnya mengalami luka serius akibat ledakan proyektil di markas UNIFIL di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada akhir Maret 2026.

Kabar duka ini diumumkan oleh Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Praka Rico, rekan-rekan seperjuangannya, pemerintah Indonesia, rakyat Indonesia, serta TNI Angkatan Darat.

Baca Juga: Cara Cek dan Konfirmasi Data E-Ijazah Online 2026 Lewat HP, Pastikan Nama dan NISN Tidak Salah!

Praka Rico yang berusia 31 tahun menjadi salah satu prajurit Indonesia yang gugur dalam rangkaian serangan terhadap pasukan perdamaian di Lebanon selatan.

Kepergiannya menambah panjang daftar korban dari kontingen Indonesia yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah konflik tersebut.

Serangan yang melukai Praka Rico terjadi pada 29 Maret 2026. Dalam peristiwa yang sama, Praka Farizal Rhomadhon juga gugur akibat serangan artileri.

Sehari setelahnya, dua personel TNI lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, turut gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Baca Juga: Spoiler One Piece 1181: Duel Imu vs Loki Mengguncang Dunia, Rahasia Joy Boy Mulai Terungkap

Dengan wafatnya Praka Rico, total empat prajurit TNI gugur di Lebanon dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

Selain itu, sejumlah personel lainnya juga dilaporkan mengalami luka akibat rangkaian serangan pada 29-30 Maret dan 3 April 2026.

UNIFIL mengecam keras serangan terhadap personel penjaga perdamaian.

Mereka menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat konflik wajib mematuhi hukum internasional, termasuk menjamin keselamatan personel dan fasilitas PBB.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X