Sorbatua dituduh menebang pohon eucalyptus, membakar lahan, serta mengelola area konsesi seluas sekitar 162 hektare dengan membangun pondok dan menanam palawija.
Saat itu, polisi menyebut Sorbatua tidak memiliki hak atas kawasan hutan tersebut. Penahanan Sorbatua memicu gelombang protes dari masyarakat adat.
Aksi unjuk rasa digelar di Polda Sumatra Utara dan sempat diwarnai ketegangan. Setelah tekanan publik meningkat, polisi akhirnya menangguhkan penahanan Sorbatua.
Dugaan Penculikan Enam Warga Adat
Polemik belum mereda. Konflik lahan kembali memanas pada Juli 2024. Enam warga masyarakat adat keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita di Simalungun dilaporkan diculik puluhan orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi dini hari di Buntu Pangaturan, Nagori Sihaporas. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak menyebut para pelaku datang dengan kendaraan sekuriti dan truk.
Tragisnya, keenam warga dibawa saat tertidur. Dugaan keterlibatan pihak yang terkait dengan perusahaan pun mencuat, meski belum ada putusan hukum yang memastikan hal tersebut.
Teror terhadap Aktivis Lingkungan
Kontroversi PT TPL tidak hanya menyasar masyarakat adat. Aktivis lingkungan Delima Silalahi, yang dikenal vokal menyuarakan penutupan PT TPL, mengaku mendapat teror pada Mei 2025.
Dia menerima paket berisi bangkai burung yang dikirim orang tak dikenal ke rumahnya di Kabupaten Tapanuli Utara.
Tidak ada identitas pengirim. Teman-teman Delima menduga pengiriman itu merupakan bentuk intimidasi terhadap pihak-pihak yang kritis terhadap aktivitas perusahaan.
Dugaan teror ini memperluas konflik dari persoalan agraria menjadi isu perlindungan terhadap pembela lingkungan.
Baca Juga: Mengungkap Pemilik Allied Hill Limited: Sosok Joseph Oetomo di Balik Toba Pulp Lestari
Bentrokan Kembali Pecah pada 2025
Artikel Terkait
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Kisah Rosita dan Hutan yang Tak Dijual: Cinta yang Menjaga Megamendung Tetap Hidup
Siapa Pemilik PT Toba Pulp Lestari? Sejarah dan Kontroversi Produsen Pulp di Sumatera Utara
Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo
Patungan Beli Hutan: Ketika Negara Abai Pembalakan, Frustasi Menumpuk, dan Masyarakat yang Tak lagi Percaya
Kisah Kayu-kayu Hanyut yang Mengabarkan Rusaknya Ekologi di Sumatera