Dari total areal konsesi sekitar 167.912 hektare, hanya sekitar 46.000 hektare yang dikembangkan sebagai tanaman eucalyptus. Sementara sebagian besar area lain merupakan kawasan lindung dan konservasi.
“Perseroan menghormati aspirasi publik, namun mengharapkan informasi yang disampaikan didasarkan pada data yang akurat dan dapat diverifikasi,” tulis manajemen.
Perusahaan Siap Kooperatif
Namun, Manajemen PT Toba Pulp Lestari menyatakan menghormati dan mendukung penuh langkah pemerintah melakukan audit dan evaluasi total.
Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk, Anwar Lawden, menegaskan perusahaan akan bersikap terbuka dan kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Manajemen menghormati keputusan pemerintah untuk melakukan audit dan evaluasi total terhadap perusahaan,” ujarnya, Selasa 16 Desember 2025.
Dia menambahkan langkah itu sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjalankan kegiatan sesuai izin, prosedural, serta menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari.
Baca Juga: Bupati Samosir Imbau Warga Tolak Bantuan dari Toba Pulp Lestari
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari?
Toba Pulp Lestari memiliki sejarah panjang di industri pulp Indonesia. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 18 Juni 1990.
Dalam prospektus IPO, Sukanto Tanoto memiliki 27,7 persen saham, dan Polar Yanto Tanoto dengan 6,5 persen saham. Saat itu, Indorayon bagian dari kelompok usaha Raja Garuda Mas (Royal Golden Eagle).
Struktur kepemilikan perusahaan kemudian berubah. Berdasarkan laporan per 31 Oktober 2025, mayoritas saham Toba Pulp Lestari dimiliki Allied Hill Limited yang berbasis di Hong Kong dengan 92,54 persen.
Penerima manfaat akhir dari kepemilikan tercatat atas nama Joseph Utomo. Sebelumnya, saham mayoritas sempat dimiliki Pinnacle Company Pte Ltd asal Singapura, dengan penerima manfaat akhir yang sama.***
Artikel Terkait
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Kisah Rosita dan Hutan yang Tak Dijual: Cinta yang Menjaga Megamendung Tetap Hidup
Siapa Pemilik PT Toba Pulp Lestari? Sejarah dan Kontroversi Produsen Pulp di Sumatera Utara
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo
Patungan Beli Hutan: Ketika Negara Abai Pembalakan, Frustasi Menumpuk, dan Masyarakat yang Tak lagi Percaya
Kisah Kayu-kayu Hanyut yang Mengabarkan Rusaknya Ekologi di Sumatera
Dark Triad Personality, Pejabat di Tengah Bencana: Berhenti Cari Perhatian!
Bencana Sumatera: Jangan Salahkan Hujan!
Bencana Sumatera: Lebih dari 1000 Orang Meninggal
Bencana Bukan Tempat Wisata, Bukan Pula untuk Pencitraan dan Selfie: Minggir!