Bencana Sumatera: Jangan Salahkan Hujan!

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:32 WIB
Bencana Sumatera: Jangan Salahkan Hujan! (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Bencana Sumatera: Jangan Salahkan Hujan! (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

TITIKTEMU.CO - Tragedi banjir dan longsor yang melanda Sumatera-Aceh pada awal Desember 2025 kembali membuka luka lama soal tata kelola lingkungan.

Curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu, tapi akar masalahnya jauh lebih dalam: hutan yang hilang, sungai yang rusak, dan kebijakan yang abai pada daya dukung alam. 

Hingga Jumat 12 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Acehmencapai 995 orang.

Sementara 226 orang dinyatakan hilang, dan lebih dari 5.000 lainnya mengalami luka-luka. Angka ini masih bisa bertambah karena proses evakuasi dan pendataan belum sepenuhnya rampung.

Baca Juga: Sisi Kelam Proyek Tol Demak: Ikan-ikan Mati di Sepanjang Pesisir

Jangan Salahkan Hujan

Memahami tragedi ini semata-mata sebagai bencana alam adalah penyederhanaan yang menyesatkan. Hujan deras hanyalah pemantik.

Namun, bahan bakarnya telah lama disiapkan melalui pembabatan hutan, eksploitasi tambang di hulu sungai, serta pembukaan perkebunan sawit yang nyaris tanpa jeda.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sumatera terus tertekan oleh aktivitas industri. Hutan yang seharusnya menjadi penahan air berubah menjadi lahan terbuka.

Akibatnya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak bisa lagi terserap, melainkan langsung mengalir deras ke permukiman, dan bahkan menyapu hingga perkotaan.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama aparat pemerintah memang telah memerintahkan penghentian sementara operasi sejumlah perusahaan di kawasan DAS Batang Toru dan Garoga.

Saat ini audit lingkungan sedang berjalan. Namun pertanyaan besarnya tetap belum terjawab. Seberapa luas hutan yang sudah terlanjur hilang>

Juga, apakah hasil audit ini nantinya akan berujung pada tindakan nyata, atau sekadar omon-omon seperti sebelum-sebelumnya?

 Baca Juga: BNPN: Banjir Bandang Aceh–Sumatera Tewaskan 969 Orang, Pencarian Terus Dilakukan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X