Gunung Semeru Naik Status Menjadi Awas: Pendakian dan Akses Malang–Lumajang Ditutup

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 19 November 2025 | 21:16 WIB
Gunung Semeru Naik Status Menjadi Awas: Pendakian dan Akses Malang–Lumajang Ditutup. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Gunung Semeru Naik Status Menjadi Awas: Pendakian dan Akses Malang–Lumajang Ditutup. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

TITIKTEMU.CO - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian menyusul eruspi Gunung Semeru, Rabu sore 19 November 2025.

Selain jalur pendakian, TNBTS juga menutup sementara titik wisata, hingga akses jalan utama Malang–Lumajang demi keselamatan warga. Status Gunung Semeru juga dinaikkan dari Siaga (level III) menjadi Awas (Level IV).

Keputusan ini diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) karena aktivitas vulkanik gunung di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, it uterus meningkat.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 7 Km  

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan penutupan pendakian dilakukan sepenuhnya demi keamanan pengunjung.

“Dengan mempertimbangkan peningkatan aktivitas Semeru serta rekomendasi radius bahaya dari PVMBG, pendakian Gunung Semeru dinyatakan ditutup,” ujarnya dilansir dari Antara.

Penutupan jalur pendakian, lanjut Rudijanta tertuang dalam surat resmi bernomor PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025.  

Rekomendasi dari PVMBG menetapkan radius bahaya delapan kilometer dari puncak dan sektoral 20 kilometer ke arah selatan hingga tenggara.

Dengan kondisi tersebut, maka seluruh aktivitas pendakian dinyatakan tidak aman hingga waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga: Gunung Semeru Lima Kali Erupsi, Kolom Abu Capai 500 Meter, Status Waspada

Imbauan Jauhi Zona Bahaya

Bagi pendaki yang sudah terlanjur membeli tiket melalui situs resmi bromotenggersemeru.id, TNBTS memastikan dapat melakukan reschedule tanpa dikenai biaya tambahan.

Rudi berharap seluruh calon pendaki dan pecinta alam benar-benar mematuhi imbauan zona bahaya demi keselamatan.

Sementara itu, Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan kondisi di Ranu Kumbolo masih stabil karena berada di sisi utara gunung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X