Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menambahkan penutupan jalur ini bertujuan memastikan keselamatan masyarakat.
Aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif membuat risiko abu vulkanik, guguran material, hingga arus lahar tak bisa diabaikan.
Baca Juga: Temuan Ladang Ganja di Lereng Gunung Semeru, Polisi Temukan 365 Pohon Ganja
Status Awas, Waspada Lahar Dingin
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, mengungkapkan keputusan menaikkan status Gunung Semeru diambil setelah pemantauan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi.
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah.
Selain itu, sektor barat hingga timur laut disarankan steril hingga 20 kilometer. Warga juga diminta waspada potensi banjir lahar terutama di Besuk Kobokan saat terjadi hujan deras.
Aparat, petugas TNBTS, hingga relawan terus melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.***
Artikel Terkait
Butuh Perjuangan Ala Pendaki, Ini Rute dan Alamat Danau Laut Tinggal yang Bukan untuk Awam Pendakian
Ini 5 Jalur Pendakian Gunung Sumbing Tersepi hingga Paling Favorit, Apakah Cocok untuk Pendaki Pemula?
Kontroversi Booking Lahan Camp di Gunung Merbabu dan Sindoro, Apa Kata Pendaki?
Siapa Juliana Marins? Kronologi Jatuhnya Pendaki Brasil di Gunung Rinjani Sabtu, 21 Juni 2025
Pendaki Ditemukan Tewas di Dekat Puncak Gunung Gawalise, Evakuasi Terhambat Medan Ekstrem
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas dan Lava Pijar