Kereta jenazah ini dikenal dengan sebutan Rata Pralaya, yang secara khusus digunakan untuk mengiringi raja ke peristirahatan terakhir.
Bedanya, jika dulu jenazah PB X diberangkatkan hingga Stasiun Balapan untuk dibawa dengan kereta api, kini prosesi akan berakhir di Loji Gandrung sebelum dilanjutkan dengan mobil jenazah menuju Imogiri.
Baca Juga: Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan
Dimakamkan di Pajimatan Imogiri
PB XIII akan dimakamkan di Makam Raja-Raja Imogiri, tempat peristirahatan para raja Mataram Islam. Kompleks pemakaman ini didirikan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada abad ke-17.
Lokasi pemakaman yang berada di perbukitan Imogiri, Bantul, ini kerap disebut sebagai simbol spiritual kerajaan Jawa.
Prosesi pemakaman di Imogiri biasanya dilakukan dengan tata upacara adat lengkap, melibatkan abdi dalem dan keluarga keraton dengan penuh kehormatan.***
Artikel Terkait
Perjanjian Salatiga, Akhir Perlawanan Pangeran Sambernyawa
Ken Dedes, Perempuan yang Menurunkan Raja-raja di Jawa?
Dendam Lama dan Tahta Singkat Amangkurat III
Blunder Patih Gajah Mada di Perang Bubat
Perang Paregreg, Majapahit Menuju Keruntuhan
Keris Mpu Gandring, Ken Arok, dan Pertumpahan Darah di Kerajaan Singasari
Gayatri Rajapatni, Perempuan Agung di Balik Kejayaan Majapahit