Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah menilai gaya koboi Menkeu justru melonggarkan pengetatan pasar. Ia menyebut penetapan imbal hasil SBN 10 tahun di level 6,9 persen sebagai sinyal moderat yang memberi ruang gerak ekonomi.
Baca Juga: Revisi UU BUMN Dibawa ke DPR: Wacana Penurunan Status hingga Isu Melebur dengan Danantara
Meski begitu, kritik tetap bermunculan. Cepatnya manuver fiskal disebut membawa efek psikologis positif, namun tantangan inflasi, gejolak kurs, dan tekanan global masih membayangi.
Menanti Bukti Sumitronomics
Target pertumbuhan 8 persen yang dipatok pemerintah lewat Sumitronomics kini menjadi ambisi besar menuju status negara maju. Publik menanti bagaimana Purbaya mampu menjaga keseimbangan antara ambisi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di tengah risiko pasar dunia.***
Artikel Terkait
Rocky Gerung Ungkap Pernah Usulkan Mahfud MD Jadi Presiden hingga Kritik Qodari di KSP
Kasus Korupsi Kuota Haji 2024: KPK Periksa 5 Biro Travel, Pastikan Penyidikan Bebas Intervensi
SPI Gelar Aksi Damai di Hari Tani Nasional 2025, Desak Reforma Agraria Sejati Lewat 8 Tuntutan
Kasus Keracunan MBG Terus Berulang: BGN Bentuk Tim Investigasi Khusus, Kepala Tegaskan Masalah Ada di SPPG Baru
Menilik Poin-Poin Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB, dari Kenangan Penjajahan hingga Dukungan ke Palestina