Kasus Keracunan MBG Terus Berulang: BGN Bentuk Tim Investigasi Khusus, Kepala Tegaskan Masalah Ada di SPPG Baru

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 24 September 2025 | 22:23 WIB
Kasus keracunan MBG membuat BGN sigap bentuk Tim Investigasi Khusus. (Instagram/badangizinasional.ri)
Kasus keracunan MBG membuat BGN sigap bentuk Tim Investigasi Khusus. (Instagram/badangizinasional.ri)

TITIKTEMU.CO - Kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyita perhatian publik. Kali ini, ratusan siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menjadi korban, dengan total 411 siswa terdampak. Dari jumlah itu, 47 siswa masih dirawat inap, sementara 364 lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Pemerintah daerah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan membuka posko penanganan di sejumlah titik.

Keracunan MBG: Masalah yang Kerap Berulang

Fenomena keracunan MBG bukan hal baru. Dalam dua pekan terakhir, kasus serupa muncul di berbagai daerah. Di antaranya, 19 siswa di Gunungkidul, Yogyakarta, lalu ratusan siswa di Sumbawa, NTB, termasuk siswa MTsN, MIN, MAN, hingga SMP. Kejadian lain juga tercatat di Baubau, Sulawesi Tenggara; Lamongan, Jawa Timur; hingga Garut, Jawa Barat.

Baca Juga: SPI Gelar Aksi Damai di Hari Tani Nasional 2025, Desak Reforma Agraria Sejati Lewat 8 Tuntutan

Kejadian beruntun ini menimbulkan sorotan publik, mengingat MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo.

Jawaban Konsisten Kepala BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menilai penyebab utama keracunan terletak pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum berpengalaman mengolah makanan dalam jumlah besar.

“SPPG baru biasanya kesulitan menjaga kualitas saat harus memasak untuk ribuan porsi. Proses pematangan sering tidak sempurna,” ujar Dadan saat meninjau posko penanganan di Cipongkor, Selasa (23/9/2025).

Baca Juga: Revisi UU BUMN Dibawa ke DPR: Wacana Penurunan Status hingga Isu Melebur dengan Danantara

Dadan juga menekankan agar dapur mitra MBG tidak langsung melayani ribuan siswa sekaligus. “Mulai dari skala kecil dulu, setelah terbiasa baru bertahap ditambah jumlah sekolahnya,” tambahnya.

Selain itu, pergantian supplier bahan baku juga diminta dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan masalah baru.

Tim Investigasi Keamanan Pangan Dibentuk

Untuk memastikan penyebab dan solusi jangka panjang, BGN membentuk Tim Investigasi Khusus yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, yang baru dilantik 17 September 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X