Belakangan, Sahroni memberi klarifikasi. Ia menegaskan bahwa ungkapan itu bukan ditujukan kepada masyarakat, melainkan pada logika berpikir yang menganggap DPR bisa begitu saja dibubarkan.
"Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, enggak ada. Bahasa gue itu merujuk pada cara berpikir, bukan kepada masyarakat," jelasnya pada 26 Agustus 2025.
Pria yang dikenal sebagai “crazy rich Tanjung Priok” itu menilai pernyataannya telah disalahartikan dan dipelintir. Menurutnya, kritik yang ia lontarkan hanya menyoroti logika berpikir, bukan ditujukan kepada publik luas.***
Artikel Terkait
JNE Resmikan Gerai Pertama di IKN, Pengiriman Kini Hanya 1–2 Hari
Laode Sulaeman Resmi Dilantik Jadi Dirjen Migas, Akhiri Kekosongan Jabatan Sejak Februari 2025
Setting Spray vs Setting Powder: Perbedaan, Cara Memilih, dan Rekomendasi Produk Terbaik
Apple Akan Buka Developer Academy Baru di Jakarta 2026, Perkuat Talenta Digital Indonesia
Prabowo Subianto Melayat Driver Ojol Korban Rantis Brimob, Janjikan Perlindungan Keluarga dan Proses Hukum Tegas