Menteri Nasaruddin juga menyampaikan bahwa secara umum, pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung dengan baik.
Masalah-masalah teknis yang sempat muncul telah berhasil ditangani oleh tim secara sigap dan profesional.
“Alhamdulillah, hingga hari ini tidak ada kendala besar dalam penyelenggaraan haji. Kalaupun ada kekurangan kecil, bisa kami atasi dengan cepat,” ujarnya.
Baca Juga: Penyelenggaraan Haji 2025 Diperketat, Kemenag Antisipasi Visa Ilegal
Upaya Lain: Menyatukan Kembali Pasangan Jemaah yang Terpisah
Selain skema tanazul, Kemenag juga sedang berupaya mengatasi isu pemisahan pasangan jemaah akibat perbedaan layanan syarikah.
Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus berkoordinasi agar pasangan—seperti suami istri atau orang tua dan anak—dapat kembali bersama selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.***
Artikel Terkait
INFO HAJI 2025 : Jemaah Haji Wajib Tahu Nomor Bus Shalawat dan Terminalnya, Jika Akan Ke Masjidil Haram
INFO HAJI 2025 : Kalau Warga Lokal Membantu Kursi Roda Untuk Jemaah Haji
KISAH HAJI 2025 : Ziarah Cinta Mbah Sumbuk di Usia 109 Tahun
INFO HAJI 2025 : Ini Dia, Layanan Kedatangan Jemaah Haji Gelombang I dalam Angka
KISAH HAJI 2025 : 20 Tahun Jualan Pisang Goreng, Pasutri Asal Sergai Naik Haji
KISAH HAJI 2025 : Levina, Jemaah Haji Termuda Jawa Tengah
INFO HAJI 2025 : Tujuh Coaster dan Satu Bus antar 162 Jemaah Terpisah Rombongan
INFO HAJI 2025 : PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Patuhi Ketentuan Ihram Saat Tiba di Jeddah
Penyelenggaraan Haji 2025 Diperketat, Kemenag Antisipasi Visa Ilegal
Kapan Wukuf di Arafah di Haji 2025? Ini Jadwal Puncak Haji dan Rangkaian Kegiatannya