Nadia menambahkan pihaknya edang melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.
Baca Juga: Minuman Herbal untuk Imun Tubuh ala dr Zaidul Akbar, Begini Cara Membuatnya
“Masyarakat jangan panik, tetap tenang, dan waspada. Tetap mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan,hindari kontak dengan orang sakit, dan tatat protokol kesehatan,” ujarnya.
Nadia meminta, jika terdapat anak-anak yang memiliki gejala hepatitis akut agar segera diperiksakan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Diketahui, WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya soal 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun periode Januari-Maret di Skotlandia Tengah.
Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah. Tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.***
Artikel Terkait
Minuman Hangat di Musim Hujan, Ini 7 Manfaat Wedang Sereh untuk Kesehatan
Bukan Kaleng-kaleng, Ini Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, dari Mencegah Sakit Ginjal sampai Diabetes
Mau Coba? 7 Bahan Alami Ini Bisa Menjadi Obat Vertigo Paling Ampuh
Masih Bingung Apa Itu Vaksin Booster? Simak Tanya Jawab Berikut Supaya Makin Jelas
Deteksi Dini Kelainan Payudara dengan Pemeriksaan USG
Hati-hati Kadar Oksigen Rendah Dalam Darah, Bisa Alami Happy Hypoxia. Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai